Indeks Terpopuler News Lifestyle

Musim Kemarau, Warga Gunung Kidul Dikejutkan Sumber Air Baru di Widoro Lor

Chandra Iswinarno Kamis, 22 Agustus 2019 | 02:30 WIB

Musim Kemarau, Warga Gunung Kidul Dikejutkan Sumber Air Baru di Widoro Lor
Sumber air baru di Dusun Widoro Lor Desa Bendung Kecamatan Semin Kabupaten Gunung Kidul membuat warga sekitar bisa mengairi lahan pertanian. [Antara]

Saat mereka beristirahat dari lubang bekas galian ini, muncul air dengan deras.

SuaraJogja.id - Meski di beberapa kawasan di Gunung Kidul Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami kekeringan sejak beberapa bulan terakhir, namun warga Dusun Widoro Lor, Desa Bendung, Kecamatan Semin dikejutkan munculnya sumber mata air baru yang bisa mengairi lahan pertanian di wilayah tersebut yang tandus.

Geger munculnya sumber mata air di Widoro Lor ini berawal saat seorang warga setempat, Suyadi (62) memanggil tukang sumur bor untuk mengebor lahan pertaniannya pada Senin (19/8/2019) pagi.

Tukang bor sumur mencari daerah yang memiliki sumber air dan saat itu ditentukan sumur bor berada di sebelah selatan lahan pertanian Suyadi. Pengeboran yang dilakukan mulai Pukul 10.00 WIB hingga 16.00 WIB belum membuahkan hasil. Namun, saat mereka beristirahat dari lubang bekas galian ini, muncul air dengan deras.

Terkejut dengan kemunculan air tersebut, Suyadi berinisiatif menggunakan pipa untuk mengalirkan air.

"Tahu-tahu air naik ke permukaan dengan deras, lalu dipasang sebuah pipa berukuran kurang lebih 4 inch," kata Suyadi seperti dilansir Antara pada Rabu (21/8/2019).

Ia mengatakan lahan pertanian di wilayah tersebut tidak ada sumur, sehingga saat musim kemarau praktis tidak bisa ditanami tumbuhan karena lahan tandus dan tanahnya sudah retak-retak. Lantaran itu, ia berinisiatif membuat sumur bor dengan harapan ada air untuk mengairi lahan pertanian miliknya.

Menurutnya, lokasi sekitar lahannya memang tidak ada sumur pompa. Sehingga, petani hanya memanfaatkan air yang berada di sungai tak jauh dari lahan pertanian. Itu pun tidak sampai dua bulan setelah musim kemarau tiba.

"Kalau musim kemarau di sini tidak bisa dimanfaatkan untuk pertanian karena tidak ada sumber airnya," katanya.

Suyadi mengatakan saat air sudah muncul ke permukaan, dirinya bersama adiknya Paidi menunggu sampai malam untuk mengetahui apakah sumber air itu akan berhenti atau tetap mengalir. Ternyata air bersih itu terus mengalir tanpa henti sehingga tanah pertanian di sekitarnya pun basah.

"Kemudian, petani di sekitar sumur berinisiatif untuk membuat saluran air yang digunakan untuk mengairi sawah yang telah mengering. Niat saya membuat sumur bor dan airnya bisa dimanfaatkan tetangga sekitar," katanya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait