Cerita Mistis Relawan PMI yang Kerap Makamkan Jenazah COVID-19 Malam Hari

Tidak hanya suara misterius, mereka juga pernah melihat secara langsung wajah salah satu jenazah muncul tiba-tiba di dalam mobil ambulance.

M Nurhadi | Muhammad Ilham Baktora
Kamis, 07 Mei 2020 | 19:55 WIB
Cerita Mistis Relawan PMI yang Kerap Makamkan Jenazah COVID-19 Malam Hari
Petugas PMI Sleman melakukan assesment kepada sejumlah warga dan pemangku wilayah sebelum pemakaman dilakukan. [Dok-PMI Sleman]

SuaraJogja.id - Bergerak untuk kemanusiaan adalah prinsip yang dipilih Septiadi Pitianta, salah satu relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman. Ia sudah bergabung di relawan kebencanaan dan kemanusiaan sejak 2006 silam. 

Berbagai kejadian yang ia lewati sejak erupsi Gunung Merapi tahun 2006 silam menjadikan dirinya lebih dekat dengan alam dan masyarakat.

Ditengah wabah corona saat ini, ayah tiga anak itu menceritakan pengalaman mistis selama menjadi Satgas Covid-19 PMI Sleman. Adi mengatakan, dari 12 kali memakamkan jenazah diduga Covid-19, 11 diantaranya dilakukan saat malam hari.

"Tim kami namakan Tim Pendak Bengi Sobo Makam (tim tiap malam mengunjungi makam) atau TPBSM. Karena setiap memakamkan jenazah kebanyakan pada saat malam," kelakar Adi saat ditemui Suarajogja.id di kantor PMI Sleman, Kamis (7/5/2020).

Baca Juga:Kisah Keluarga Dul dan Anaknya yang Berusia 13 Bulan Hidup di Becak Sewaan

Pria yang akrab dipanggil Adi ini menuturkan, pemakaman biasa dilakukan dini hari. Terkadang, bahkan prosesi pemakaman memakan waktu hingga subuh bahkan pagi hari.

"Sebelum memakamkan, saya bersama teman harus bertemu dengan pemangku wilayah untuk memberitahu bahwa ada pemakaman jenazah di TPU setempat. Biasanya jam 10 malam saya sudah datang ke makam. Bayangkan saja waktu malam seperti itu kami masuk ke dalam lingkungan makam," kisah adi.

Biasanya, ia selalu mengucapkan salam sebelum masuk ke dalam area pemakaman. Hal serupa juga dilakukan relawan lain yang biasa memakamkan jenazah diduga Covid-19 saat malam hari.

"Jadi kami tetap kulonuwon sebelum masuk dan berdoa juga setelah selesai pemakaman. Artinya kami mencoba menghormati penunggu yang ada di makam tersebut," kata Adi.

Adi menceritakan ia bersama timnya pernah beberapa kali mengalami hal mistis saat bertugas. Tidak hanya sekedar menampakkan diri, beberapa kali timnya juga diajak berkomunikasi dengan makhluk tak kasat mata.

Baca Juga:Jalanan Sepi karena PSBB, Puluhan Mobil Dibawa Kabur Maling

"Pernah ketika memakamkan di TPU wilayah Kalasan pada bulan April. Biasanya kami mengantar jenazah menggunakan 2 mobil. Satu ambulance untuk personil dan lainnya untuk jenazah. Namun karena pada hari itu harus memakamkan 2 jenazah, alhasil mobil yang biasanya ditumpangi personil juga digunakan untuk membawa jenzah," ujarnya.

Cerita mistis terjadi saat 3 personil yang berada satu kendaraan dengan salah satu jenazah diajak berinteraksi dengan makhluk gaib. Mereka mengaku mendengar suara tanpa wujud yang mengucapkan terima kasih.

Mereka sempat shock karena tak lama setelah munculnya suara mistis tersebut, tiba-tiba wajah jenazah muncul di dalam mobil. Namun tak lama, bayangan menyerupai jenazah tersebut menghilang secara tiba-tiba. Meski mengaku shock, mereka tetap menjalankan tugas mereka hingga selesai.

Pihaknya merasa beruntung saat memakamkam jenazah ke-11 dilakukan pada siang hari. Pasalnya, lokasi pemakaman merupakan TPU yang dianggap keramat di wilayah Berbah, Sleman. 

"Saya tak habis pikir jika memakamkan pada malam hari. Nisannya saja bisa setinggi dada orang dewasa, makam itu juga dikenal sebagai makam kerabat orang keraton yang cukup keramat. Untung dilakukan saat siang hari," kenang Adi.

PMI Sleman yang juga sebagai bidang operasional di Gugus Tugas Covid-19 Sleman kerap menerjunkan sembilan personel untuk membantu pemakaman. PMI Sleman menjadi regu ketiga dalam bidang operasional yang tergabung dari unsur BPBD Sleman, Satpol PP Sleman, TNI, Polri serta relawan.

"Di PMI ini ada sekitar 30 orang yang stand by, sehingga tugas dari Gugus Tugas ini bisa dilakukan dengan baik. Saat ini kinerja kami lebih baik, sebelumnya dalam sehari kami bisa memakamkan 2-3 kali jenazah dalam satu hari. Saat ini sudah lebih tertata," kata dia.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak