Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Curi Mobil di Tegalrejo, Napi Asimilasi Asal Purworejo Diringkus Lagi

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Muhammad Ilham Baktora Kamis, 14 Mei 2020 | 18:05 WIB

Curi Mobil di Tegalrejo, Napi Asimilasi Asal Purworejo Diringkus Lagi
Ilustrasi pencuri mobil. [Shutterstock]

Setelah berhasil mencuri, mobil ini dia bawa ke wilayah Jumapolo, Karanganyar untuk dijual.

SuaraJogja.id - Seorang napi asimilasi asal Purworejo, US (58), kembali berurusan dengan aparat hukum. Pria paruh baya ini terbukti melakukan pencurian mobil Toyota Kijang tahun 1981 di wilayah hukum Polsek Tegalrejo, Yogyakarta.

Kapolsek Tegalrejo Kompol Eko Basunando menjelaskan bahwa pelaku sebelumnya terlibat pencurian sepeda motor di wilayah Gondomanan pada April 2020. Setelah dilakukan pengembangan, pelaku juga terindikasi melakukan pencurian kendaraan bermotor jenis roda empat di Tegalrejo.

"Sebelumnya pelaku sudah ditangani Polsek Gondomanan atas dugaan kasus pencurian motor. Lalu pengembangan dilakukan dan ditemukan benang merah terhadap kaus pencurian mobil yang terjadi di wilayah Tegalrejo pada 23 Agustus 2019," jelas Eko melalui rilis yang diterima SuaraJogja.id, Kamis (14/5/2020).

Ia melanjutkan, dari hasil pengembangan tersebut, pelaku mengaku mencuri mobil jenis pick up Toyota Kijang tahun 1981 bernomor polisi AB 9835 NA. Pencurian dilakukan dengan menggunakan kunci palsu.

"Pelaku memang melancarkan aksinya dengan memanfaatkan kunci palsu. Dia juga spesialis mekanik mobil tua. Jadi pencurian dia lakukan sekitar pukul 05.00 WIB, lalu pukul 09.00 WIB dijual oleh pelaku," kata Eko.

Setelah berhasil mencuri, mobil ini dia bawa ke wilayah Jumapolo, Karanganyar untuk dijual. US menjual barang tersebut senilai Rp4 juta.

"Pelaku menjual mobil kepada pembeli bernama Wardi alias Bagong di Karanganyar. Sebelum itu kami juga telah memeriksa Wardi sebagai saksi, dan dia mengatakan mobil itu dia beli seharga Rp4 juta dari tangan US. Nah dari pemeriksaan itu akhirnya diketahui bahwa US terlibat kasus pencurian di wilayah hukum kami," tambah dia.

US merupakan napi asimilasi dari Lapas Surakarta yang dirumahkan pada 4 April 2020 lalu. Sebelumnya dia diputuskan oleh Pengadilan Negeri Surakarta terbukti melakukan pencurian mobil. US mendapat hukuman penjara selama 10 bulan, sejak Agustus 2019. Dirinya telah menjalani masa tahanan selama 9 bulan, sehingga 4 April 2020 di bebaskan.

"Namun bukannya kapok, pada 5 April 2020, pelaku malah kembali melancarkan aksinya di wilayah Gondomanan. Lalu tak hanya terlibat pada kasus pencurian motor, pelaku juga melakukan pencurian kendaraan mobil," kata Eko.

Atas tindakannya, US dijerat pasal 363 KUHP tentang Pencurian. Dirinya terancam hukuman penjara selama 7 tahun.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait