Debat Publik Pertama Pilkada Sleman, Cabup Baca Catatan Jadi Sorotan Publik

Cabup nomor 2 Sri Muslimatun sempat beberapa kali mengalami salah penyebutan 'warga Kabupaten Sleman' menjadi 'warga negara Sleman'.

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Sabtu, 31 Oktober 2020 | 12:46 WIB
Debat Publik Pertama Pilkada Sleman, Cabup Baca Catatan Jadi Sorotan Publik
Debat publik putaran pertama Pilkada Sleman, Jumat (30/10/2020) - (YouTube/KPU Sleman)

Trapsi menyebutkan, debat sesi pertama diperuntukkan bagi calon bupati. Debat sesi kedua ditujukan untuk calon wakil bupati, sedangkan untuk debat sesi ketiga, pasangan calon bupati dan wakil bupati akan beradu gagasan.

Visi Misi Paslon Pilkada 2020 Sleman

Calon bupati nomor urut 1 Danang Wicaksono Sulistyo menyoroti tantangan masa depan di dalam pemulihan ekonomi akibat COVID-19 dan globalisasi industri 4.0. Kemandirian ekonomi yang berkeadilan menjadi pandangan utama cabup yang populer dengan singkatan DWS itu.

Menurutnya, Sleman ke depan akan berfokus pada kemampuan mengelola potensi dan sumber daya lokal, untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan tata kelola pemerintahan dan pelayanan masyarakat yang bersih dan profesional.

Baca Juga:Timses Halim-Joko Optimis Elektabilitas Naik Pascadebat Terbuka Pertama

Sedikitnya, ada tiga aspek dasar yang diperlukan, yaitu tanggung jawab, transparansi, dan partisipasi masyarakat.

Calon bupati nomor urut 2 Sri Muslimatun ingin mewujudkan masyarakat Kabupaten Sleman yang lebih maju, mandiri, sejahtera, berdaya saing, dan berkepribadian. SM ingin meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik, meningkatkan pelayanan dasar, mengembangkan kemandirian ekonomi, meningkatkan kualitas pengelolaan sumber daya, memajukan kebudayaan yang berkarakter, serta mempercepat penanganan dan pemulihan dampak COVID-19.

"Reformasi birokrasi dan pelayanan publik menjadi perhatian utama, sehingga menjadi intisari misi kami. Reformasi birokrasi dilaksanakan dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dengan tujuan utama menghadirkan birokrasi yang melayani dan dilakukan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi," kata dia.

Sementara itu, calon bupati nomor urut 3 Kustini Sri Purnomo ingin mewujudkan masyarakat Sleman yang cerdas, sejahtera, berdaya saing, menghargai perbedaan, dan memiliki jiwa gotong-royong.

"Untuk bisa memecahkan setiap permasalahan, salah satu hal yang bisa dilakukan adalah dengan mengoptimalkan segala sumber daya yang dimiliki. Terciptanya masyarakat yang adil dan makmur ditandai dengan derajat pendidikan dan kesehatan serta kondisi ekonomi yang lebih baik," kata KSP.

Baca Juga:Fasilitasi Pemilih Terpapar Covid-19, KPPS Sleman Dibekali Baju Hazmat

Kontributor : Uli Febriarni

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak