Ada 270 Daerah Gelar Pilkada, Polri Bakal Tambah Pasukan untuk Pengamanan

Penambahan personel juga dilakukan terutama di kawasan rawan konflik

Galih Priatmojo
Sabtu, 07 November 2020 | 20:10 WIB
Ada 270 Daerah Gelar Pilkada, Polri Bakal Tambah Pasukan untuk Pengamanan
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono di sela diskusi 'Makna Penting Wawasan Kebangsaan dalam Menumbuhkan Ketahanan Nasional' di Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), Sabtu (07/11/2020).

SuaraJogja.id - Polri akan mengamankan 270 daerah yang akan menggelar pemilihan kepala daerah (pilkada). Penambahan jumlah personil dilakukan karena pilkada rawan konflik.

"Apalagi kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari banyak pulau, berlaut, dan beberapa bersungai. Banyak daerah yang memiliki sejarah konflik maupun sedang berkonflik," ungkap Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono disela diskusi 'Makna Penting Wawasan Kebangsaan dalam Menumbuhkan Ketahanan Nasional' di Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), Sabtu (07/11/2020).

Penambahan personil juga dilakukan di sejumlah daerah yang rawan konflik seperti Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Kalimantan Utara. Polri akan bekerjasama dengan TNI dalam pengamanan tersebut.

Pengawalan dilakukan karena pengumpulan massa saat kampanye dimungkinkan tetap terjadi meski di masa pandemi COVID-19 ini. Padahal kampanye di lapangan sudah dilarang.

Baca Juga:Dukum IKM Daerah Hadapi Pandemi, Disperindag DIY Gelar Jogja Premium Export

"Marilah kita jadikan ini sebuah ruang untuk duduk bersama dengan menyelesaikan kemungkinan masalah dengan baik. Mari semuanya merasa gentle dan menjadi pendidikan bagi demokrasi terlepas dari siapapun pemenangnya. Tidak jadi masalah semisal yang kalah menghargai yang menang dan sebaliknya," paparnya.

Dalam diskusi tersebut Argo meminta semua pihak mempertahankan nilai-nilai kebangsaan agar tertanam dan tidak luntur di tengah kemajuan teknologi informasi. Hal ini penting agar anak-anak mempunyai nilai nasionalis yang tinggi.

Nasionalisme penting karena banyaknya video yang menyebar di media massa yang menunjukkan anak-anak tidak mengenal pahlawan nasional. Mereka lebih mengenal youtuber-youtuber.

“Inilah yang menjadi tantangan kita semua dalam mempertahankan nilai-nilai kebangsaan di tengah pandemi Covid 19,” ungkapnya.

Sementara Kepala Kesbangpol DIY, Djoko Nuryanto, mengungkapkan sosialisasi mengenai Wawasan Kebangsaan sejak dini kepada masyarakat sangat dibutuhkan.

Baca Juga:129 Santri di Bantul Terinfeksi, Kasus COVID-19 DIY Tembus 4.140

"Wawasan kebangsaan diharapkan mempengaruhi perilaku kepada setiap warga negara dalam posisi apapun," imbuhnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak