Lebih lanjut, Denny Siregar juga menuding Habib Rizieq memainkan propaganda dengan narasi tentang kriminalisasi para ulama. Oleh sebab itu, para aparat penegak hukum lalu disalahkannya.
Denny Siregar menjelaskan, salah satu usaha Habib Rizieq untuk menyebarluaskan propaganda adalah dengan menyebar baliho di mana-mana.
Kemudian Denny Siregar menyoroti para pengikut Habib Rizieq, yakni FPI, yang jumlahnya menjamur, bahkan bertambah dari waktu ke waktu.
Menurutnya, pengikut Habib Rizieq serupa dengan pengikut Adolf Hitler, yang diselimuti banyak permasalahan hidup.
Baca Juga:Spanduk 'HMI Siap Kawal Kedatangan Habib Rizieq' di Medan Dicopot Satpol PP
"Modelnya pengikutnya mirip dengan pengikut Adolf Hitler pada masanya, bodoh miskin, punya masalah, pengangguran, dan mereka yang sudah diberikan mimpi kelak Islam akan berjaya. Kalaupun ada yang berpendidikan, itu digunakan untuk kepentingan kelompok mereka pribadi," tukas Denny Siregar.
Tidak hanya menyinggung sosok Habib Rizieq, Denny Siregar juga bertanya-tanya siapa sosok di balik propaganda Imam Besar FPI itu.
Pasalnya, Denny Siregar menduga kuat, propagandanya didanai dan dimainkan kelompok elite politik yang ingin memperoleh kekuasaan.
Oleh sebab itu, Denny Siregar mengapresiasi betul langkah Pangdam Jaya mencopot baliho Habib Rizieq.
"Ketika Pangdam Jaya hancurkan baliho itu orang politik teriak. Habib Rizieq adalah investasi mereka sejak lama. Ketika simbol propaganda mereka dihancurkan, maka hancur pula harapan mereka untuk bisa memenangkan pertarungan di Pilkada dan Pilpres," tandas Denny Siregar.
Baca Juga:Sempat Mangkir, Putri dan Menantu Rizieq Siap Diperiksa Polisi Jika...
"Pangdam Jaya sudah melakukan hal yang benar, mematikan api kecil yang kelak kalau dibiarkan negara kebakaran besar dan Jokowi sudah benar membangun lapangan ekonomi sebesar dan sebanyaknya supaya tak banyak pengangguran yang dimanfaatkan elit politik dan kroninya," imbuh dia.