Cukup sampai mengenali kondisi diri saja, kemudian, mencari penyebabnya. Penyebab itu bisa dicari dengan bertanya kepada diri sendiri. Ketika penyebab sudah diketahui, akan menjadi lebih mudah untuk meminta bantuan kepada tenaga profesional. Sehingga tidak perlu menjalin konsultasi sejak dari dasar.
Setelah mengetahui penyebabnya, mencoba untuk menghindari penyebab burnout. Namun, ketika mencoba cari tahu tapi tidak bisa menemukan jawaban. Bisa dengan mencari tahu jawabannya dengan bertanya kepada orang terdekat atau orang yang terpercaya. Ketika menjalin diskusi, seseorang juga bisa mendapatkan perspektif yang berbeda.
Selanjutnya, mencari alternatif hal yang bisa dilakukan. Saat mengalami burnout seseorang pasti merasa tidak memiliki harapan. Untuk mengatasinya, bisa dengan mencoba mengendalikan hal-hal yang bisa dikendalikan. Cara mengatasi lainnya adalah dengan menentukan batasan diri dan selektif terhadap hal-hal yang mungkin membuat diri merasa burnout.
"Cobalah untuk memberikan kebaikan kepada diri sendiri," kata Putri.
Baca Juga:Kesadaran Masyarakat Terhadap Kesehatan Mental di Indonesia
Misalnya dengan memberikan kata-kata baik kepada diri sendiri. Memberikan kasih sayang kepada diri sendiri, salah satunya dengan melakukan butterfly hug. Cara terakhir untuk mengatasi burnout adalah dengan menemui profesional. Setelah melalui fase menyadari dan mencari penyebab diri sendiri, cara terakhir yang bisa ditempuh dengan menemui profesional.