Tak jauh berbeda dengan Rusmini, seorang pemilik warung makan di Pantai Parangtritis, Suryani (45) belum bisa meraup pendapatan seperti sebelum wabah Corona menyebar di Indonesia.
"Dulu ramai sekali yang membeli makanan saya. Tapi setelah ada Covid-19 ini tidak banyak yang makan di warung ini. Saya juga tidak tahu kenapa," jelas Suryani.
Kendati demikian, pengunjung yang datang diakuinya semakin bertambah banyak dibanding bulan-bulan sebelumnya. Ia tetap bersyukur masih ada wisatawan yang membeli makanan ke warung milik dia walau 1-3 orang.
"Jadi ya tetap disyukuri saja. Jika yang membeli 1 atau 2 orang tiap hari tetap saya layani. Harapannya bisa kembali normal lagi seperti semula," ujar dia.
Baca Juga:Tak Ada Aturan Kampanye di Media Online, Pemkab Bantul Akui Sulit Awasi
Terpisah, Koordinator TPR Parangtritis, Rohmat Ridwanto mengatakan jika tingkat kunjungan wisatawan ke Parangtritis relatif meningkat di Libur Natal 2020.
"Sebelumnya hanya berkisar 2.500-3.000 wisatawan yang masuk ke Parangtritis. Pada hari libur Natal ini relatif meningkat, Kamis kemarin sekitar 6.430 orang. Jumat ini ada sekitar 8.000 pengunjung," kata Rohmat melalui pesan singkat.
Pihaknya tak bisa memastikan jumlah kunjungan wisatawan akan meningkat atau tidak hingga pergantian tahun baru. Namun prediksinya pada hari Minggu pekan akhir Desember ini wisatawan akan banyak yang datang.
"Situasi pandemi covid-19 ini tidak bisa diprediksi. Namun pada Minggu nanti jumlah kunjungan bisa lebih dari hari ini," kata dia.
Baca Juga:Bawa Gir di Dalam Jok Motor, Pelajar Asal Bantul Diamankan Polisi