Mereka pun memiliki agenda rutin setiap bulannya yang diberi nama Doll Meet atau temu boneka.
Lewat pertemuan itu, mereka saling ngobrol dan bertukar pengetahuan tentang koleksi boneka masing-masing.
Seiring berjalannya waktu, komunitas ini terus berkembang dan akhirnya berkesempatan untuk melakukan pameran pertama kali pada tahun 2019 lalu di Galeria Mall. Saat itulah mereka sepakat untuk menamai komunitas ini sebagai Djogja Dolanan Doll.
"Akhirnya kita sepakat di grup pakai nama Djogja Dolanan Doll, Jogjanya pakai 'Dj', jadi kita DDD," kata Yan.
Baca Juga:Kemuning Kembar, Memadukan Psikologi dan Pendidikan dengan Budaya
Komunitas Djogja Dolanan Doll kini memiliki kurang lebih 42 anggota. Mereka juga sudah lebih sering menggelar pameran boneka di berbagai mall di Jogja.

"Dari grup WA (WhatsApp) itu anggotanya 42, tapi memang yang aktif, maksudnya kayak ikut Doll Meet, terus ikut pameran, itu ya separuhnya aja sih. Tapi ngobrol di grup kita aktif," imbuh Retni tentang anggota mereka.
Lebih lanjut, Retni dan Yan membagikan cerita tentang perjuangan melengkapi koleksi boneka mereka. Ternyata anggota Djogja Dolanan Doll sampai berburu ke luar negeri demi mendapat boneka terbaru.
Dua negara yang sering diincar oleh anggota komunitas ini adalah Jepang dan Amerika Serikat. Mereka kadang harus meminta tolong teman-teman di luar negeri untuk membelikan boneka yang tidak dijual di Indonesia.
Baca Juga:Berduka, Binaragawan Kazakhstan yang Nikahi Boneka Sebut Istrinya Rusak