alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

SAPDA Bagikan 1.750 Sembako Bantu Kelompok Rentan di Kota Yogyakarta

Galih Priatmojo | Mutiara Rizka Maulina Rabu, 05 Mei 2021 | 21:35 WIB

SAPDA Bagikan 1.750 Sembako Bantu Kelompok Rentan di Kota Yogyakarta
Pemberian paket bantuan sembako secara simbolik oleh Kepala DP3AP2KB Kota Yogyakarta, Edy Muhammad dan warga di Pendopo Kemantren Kotagede Rabu (5/5/2021). [Mutiara Rizka Maulina / SuaraJogja.id]

kelompok rentan Penerima bantuan dari SAPDA terdiri dari lansia, penyandang disabilitas hingga anak-anak

SuaraJogja.id - Yayasan Sentra Advokasi Perempuan, Difabel dan Anak (SAPDA) membagikan bantuan pangan kepada 1.750 orang dari kelompok pra sejahtera atau rentan di Kota Yogyakarta. Terdiri dari beberapa kelompok, penerima bantuan pangan disebut mudah terkena dampak dari pandemi.

Direktur SAPDA, Nurul Saadah Andriani mengatakan bahwa penerima bantuan adalah orang yang mudah terdampak pandemi. Mereka rentan kehilangan sumber penghidupan karena mayoritas merupakan orang yang bergantung pada anggota keluarga lain dan sulit menjangkau akses ekonomi.

"Mereka juga rentan secara kesehatan dan rentan mendapatkan kekerasan dari lingkungan sekitarnya," ujar Nurul saat ditemui di Pendopo Kemantren Kotagede Rabu (5/5/2021).

Nurul menilai penerima bantuan pangan seringkali tidak terlihat dan tidak terdengar karena selama ini terpinggirkan dan dipandang tidak mampu berkontribusi dalam keluarga dan masyarakat.

Baca Juga: Antisipasi Kerumunan di Pasar Kota Jogja, 30 Personel Kamtibmas Disiagakan

Direktur SAPDA, Nurul Saadah Andriani saat ditemui wartawan di Pendopo Kemantren Kotagede Rabu (5/5/2021). [Mutiara Rizka Maulina / SuaraJogja.id]
Direktur SAPDA, Nurul Saadah Andriani saat ditemui wartawan di Pendopo Kemantren Kotagede Rabu (5/5/2021). [Mutiara Rizka Maulina / SuaraJogja.id]

Ia berharap melalui bantuan inu membantu penerima manfaat melewati krisis ekonomi, sebagai dampak dari covid-19. Setidaknya dalam beberapa waktu akan terjaga persedian makabab yang dibutuhkan untuk kehidupan sehari-hari.

Lebih jauhnya, Nurul berharap penerima bantuan dari kegiatan tersebut dapat menjadi prioritas dalam program bantuan dan perlindungan sosial ke depan. Sebab menurutnya, selama ini para penerima bantuan tersebur belum cukup mendapatkan perhatian.

"Untuk Kota Yogyakarta kita membagikan 1.750 sembako bagi penyandang disabilitas, lansia, perempuan kepala rumah tangga, dan kelompok seks minoriti," terangnya.

Bukan hanya memberikan paket sembako, Nurul mengatakan hal terpenting adalah pihaknya mendapatkan data siapa saja yang masuk ke dalam kelompok rentan sampai ke kluster kelurahan. Ia juga mendorong pemerintah untuk memprioritaskan kelompok-kelompok tersebut dalam memberikan bantuan saat pandemi atau bencana.

SAPDA sendiri bekerja untuk tiga kecamatan di Kota Yogyakarta, yakni Kotagede, Wirobrajan dan Jetis. Setelah didapatkan data, SAPDA juga mendorong skema pendampingan sosial yang diterima melalui pemerintah kota. Kegiatan ini menjadi pembuka terkait adanya perhatian dari pemerintah.

Baca Juga: Masih Ada 50.000 Dosis, Haryadi Yakin Vaksin Covid-19 Cukup untuk Warga

Dari data yang dimiliki, jumlah difabel di Kota Yogyakarta berada pada angka berkisar 3.700 jiwa. Kemudian anak penyandang disabilitas ada 317 jiwa. Sementara lansia yang menyandang disabilitas sekitar 1.100 orang. Data tersebur selama ini yang dipegang Dinas Sosial dan Pemkot Yogyakarta.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait