alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Investor Besar Bakal Masuk, Pegiat Wisata Sungai Oya di Imogiri Resah

Galih Priatmojo Jum'at, 04 Juni 2021 | 18:43 WIB

Investor Besar Bakal Masuk, Pegiat Wisata Sungai Oya di Imogiri Resah
Srikemunit, salah satu destinasi wisata di Sungai Oya Imogiri yang terancam kehilangan pengunjung karena kehadiran investor besar. [Kontributor / Julianto]

investor besar digadang bakal mendirikan sebuah destinasi baru di pinggir Sungai Oya.

SuaraJogja.id - Pegiat wisata di sepanjang Sungai Oya yang masuk wilayah Kapanewonan Imogiri Bantul resah. Para pegiat wisata ini khawatir objek wisata yang telah mereka rintis dari nol akan kehilangan pengunjung karena kehadiran investor besar yang akan mendirikan sebuah destinasi baru di pinggir Sungai Oya.

Ketua Pokdarwis Selopamioro Kapanewonan Imogiri Giyanto mengatakan tenggelamnya salah satu Area Selopamioro Adventurepark membuat wisata berbasis sungai tersebut kini mencoba bangkit. Destinasi wisata yang diciptakan Kementerian Desa Tertinggal dengan sinergi sistem pemberdayaan masyarakat lokal hadir paska Bencana Badai Cempaka.

"Di situ masyarakat banyak terlibat pengelolaan. Dan secara langsung memang dirasakan dampak ekonominya,"ujarnya, Jumat (4/6/2021).

Namun pekan ini disuguhi dengan wacana besar di kalurahan Selopamioro yang akan diubah menjadi Master Plan Segi Tiga Emas Selopamioro. Salah satunya adalah dengan kehadiran investor besar yang akan membuat destinasi baru di wilayah mereka tersebut.

Baca Juga: Beredar Ratusan Formasi CASN Kabupaten Bantul, Sekda: Belum Ada Publikasi

Hal ini menuntut warga masyarakat  berbesar hati karena pasti akan terdampak di mana akses sarana pendukung infrastruktur jalan masuk dari Padukuhan lanteng I, Lemahrubuh dan Jetis. Terkait segitiga Emas pasti akan berdampak lagi ke titik titik Padukuhan lain di antaranya adalah alih fungsi lahan tanah kas desa.

"Mohon petani berlapang dada ketika kehilangan tanah garapan,"ujarnya.

Menurutnya alih fungsi lahan tanah kas desa ke pihak pengembangan ini yang paling menarik dirinya adalah seperti apa payung hukum sebagai dasar untuk edukasi di padukuhan di wilayah mereka. Karena payung hukum sangat penting untuk kepentingan di masa yang akan datang.

Giyanto mengungkapkan kehadiran wacana investor di kalurahan Selopamioro sejak awal telah didengungkan ketika Selopamioro masih diampu Lurah Almarhum Himawan. Bahkan  sudah beberapa kali kehadiran investor tersebut didiskusikan namun masih sebatas wacana dan belum terealisasi.

"Dan pekan ini (investor) hadir kembal. Bagi kami tidak aneh namun yang masih menjadi pertanyaan besar mekanisme perencanaan ini tidak transparan,"ungkapnya.

Baca Juga: Korban Dugaan Tabrak Lari di Bantul, Pandu Tewas Alami Cedera Serius di Kepala

Dirinya menentang nilai kesepakatan kontrak 20 tahun yang menurut perhitungan akal warga, kontrak tersebut dinilai murah. Selain itu, piranti dasar payung hukum status alih fungsi lahan kas desa ke pihak pengembangan.ini juga masih samar. Belum lagi rencana lahan yg digunakan masuk salah satu area bagian dari Selopark (area Puja sera).

Di Pokdarwis sendiri, sejak awal ketika hendak menarik pengontrak atau investor para pengelola masih mengedepankan warga lokal. Hal ini sebagai penguatan konsep pemberdayaan masyarakat. Hadirnya investor sekuat HeHa tentu baik bagi kepentingan oknum-oknum tertentu. Namun pegiat lokal keputusan tersebut tentu kurang bijak saja.

" Konsep pemberdayaan masyarakat apa yg bisa diselesaikan Pengembangan?? Tentu Pemberdayaan kekayaan dulu yang diprioritaskan bukan,"paparnya 

Ketua Pokdarwis Sriharjo, Oman juga mengaku was-was dengan kehadiran investor besar di wilayah dekat mereka. Karena mereka khawatir pengunjung wisata yang berbasis masyarakat selama ini akan beralih ke destinasi wisata yang dibuat oleh investor tersebut.

Meskipun investasi berada di di Kelurahan tetangga mereka namun salah satu yang akan dijual oleh investor tersebut nantinya adalah panorama alam di wilayah sriharjo. Dimana panorama alam tersebut merupakan Rintisan dari pelaku wisata di Sriharjo.

"Kami yakin nanti tentu akan berdampak buruk terhadap iklim wisata di Imogiri,"ujarnya.

Lurah Selopamioro, Sugeng ketika dikonfirmasi belum merespon sama sekali. Ketika ditelepon ke nomor pribadianya beberapa kali, yang bersangkutan tak memberi respon. Beberapa pesan singkat juga tak dibalasnya.

Panewu Imogiri Srikayatun membenarkan akan adanya investor HeHa di Selopamioro. Investor tersebut nantinya akan menggunakan lahan seluas 17800 meter persegi. Sampai saat ini pihaknya belum mengetahui secara detil bagaimana konsep pembangunan dan pengembangan dari destinasi wisata yang akan dibangun oleh investor tersebut.

Karena sampai saat ini belum ada surat yang masuk ke kapanewon Imogiri berkaitan dengan izin investasi ataupun izin bangunan di wilayah selopamioro. Panewu belum dilibatkan kecuali kemarin rakor dan dilanjut peninjauan lokasi. 

"Mungkin lebih detail lurah lebih tahu,"terangnya.

Kontributor : Julianto

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait