Penuh Misteri, Kereta Kencana Kanjeng Nyai Jimat Pernah Didatangi Nyi Roro Kidul?

Kereta kencana Kanjeng Nyai Jimat di Keraton Jogja disebut-sebut memancarkan aura "angker".

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Minggu, 13 Juni 2021 | 08:30 WIB
Penuh Misteri, Kereta Kencana Kanjeng Nyai Jimat Pernah Didatangi Nyi Roro Kidul?
Ilustrasi kereta kencana Kanjeng Nyai Jimat di Keraton Jogja - (Suara.com/Iqbal Asaputro)

Bahkan, dari beberapa pengakuan pengunjung, penampakan Nyi Roro Kidul pernah terlihat duduk di dalam kereta Kanjeng Nyai Jimat.

Abdulrahman (32), pria asal Jakrata yang naik kereta kencana koleksi milik Gusti Yudha tanpa izin beberapa waktu lalu - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)
Abdulrahman (32), pria asal Jakrata yang naik kereta kencana koleksi milik Gusti Yudha tanpa izin beberapa waktu lalu - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

Berdasarkan mitos yang menjamur dari mulut ke mulut pun, kereta tersebut berhubungan dengan Laut Selatan, tempat Nyi Roro Kidul bersemayam.

Dari legenda yang kini sudah tersebar luas, seorang abdi dalem keratonlah yang memperoleh kereta itu dari Laut Selatan.

Saat itu, ia sedang memancing. Kemudian, kailnya tersangkut dan saat ditarik, terbawalah sebuah kereta kencana.

Baca Juga:5 Rekomendasi Tempat Thrift Shopping di Jogja, Ini Tips Belanja Awul-Awul

Menurut mitos yang sama, kereta itu berasal dari sebuah kerajaan di India yang sengaja dilarung untuk mengusir wabah kolera.

Begitu dilarung, kereta tersebut melayang terombang-ambing sampai ke Laut Selatan.

Namun, lain cerita dengan sejarah kereta Kanjeng Nyai Jimat yang tercatat di situs resmi Keraton Jogja.

Bukan mitos, kereta pusaka bergelar Kanjeng Nyai Jimat ini usianya paling tua dibanding kereta kencana lainnya.

Dibuat antara 1740-1750 di Belanda, kereta kencana Kanjeng Nyai Jimat diberikan Gubernur Jenderal VOC Jacob Mossel sebagai hadiah untuk Sri Sultan Hamengku Buwono I setelah perjanjian Giyanti pada 1755.

Baca Juga:Surganya Bookworm, Ini 5 Toko Buku Murah di Jogja

Sejak saat itu, kereta ini pun dipakai Sri Sultan HB I (1755-1792) hingga turun temurun sampai ke Sri Sultan HB III (1812-1814). Setelah itu, kereta kencana Kanjeng Nyai Jimat "dipensiunkan" dan hanya disimpan di keraton.

Kereta bergaya Renaissance ini biasa digunakan bangsawan kelas tertinggi atau para raja di Eropa.

Setiap Selasa Kliwon atau Jumat Kliwon di bulan Sura, kereta pusaka tersebut dikeluarkan dari Museum Keraton untuk dibersihkan.

Biasanya, dalam ritual jamasan tersebut, masyarakat yang datang berebut air yang dipakai dalam upacara.

Mereka percaya, air perasan jeruk nipis dan air kembang setaman untuk memandikan kereta Kanjeng Nyai Jimat bisa mendatangkan berkah hingga menyembuhkan penyakit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak