facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kasus Covid-19 Bantul Melonjak, Frekuensi Permintaan Oksigen Meningkat

Galih Priatmojo | Muhammad Ilham Baktora Senin, 21 Juni 2021 | 12:55 WIB

Kasus Covid-19 Bantul Melonjak, Frekuensi Permintaan Oksigen Meningkat
ilustrasi tabung oksigen, masker oksigen. (Dok. Envato)

Seiring bertambahnya kasus, permintaan oksigen untuk kebutuhan medis meningkat di Bantul.

SuaraJogja.id - Kasus Covid-19 di Kabupaten Bantul terus meningkat secara signifikan. Hal itu juga menaikkan permintaan oksigen medis ke sejumlah rumah sakit di Bumi Projotamansari.

Kepala Humas RSUD Panembahan Senopati, Siti Rahayuningsih mengaku bahwa frekuensi pengiriman oksigen untuk pasien bertambah hingga dua kali sepekan.

"Sudah terisi kembali, biasanya kan pengiriman lima hari kami minta dikirim, tetapi kondisi sekarang lebih sering. Sepekan dua kali permintaan gas medis ke sini," jelas Siti dihubungi wartawan, Senin (22/7/2021).

Ia menjelaskan permintaan gas medis lebih sering karena selama ini RSUD Panembahan Senopati merawat pasien Covid-19 bergejala sedang dan berat. Ditambah lagi dengan meningkatnya kasus pasien positif Covid-19 di Bantul.

Baca Juga: Objek Wisata di Bantul Ditutup Tiap Akhir Pekan, Pedagang di Pantai Depok Ajukan Protes

"Ya di Panembahan Senopati karena RS rujukan dan semuanya posisinya sedang berat, butuh oksigen. Karena salah satu keluhan, gejalanya kan ada sesak," jelas dia.

Mengenai kendala untuk pengisian ulang tabung oksigen, Siti memastikan tidak ada kendala. Meskipun diakuinya, pihaknya harus berbagi dengan rumah sakit lain, saat stok oksigen dari PT Samator Gas Indonesia datang. 

"Sebab, saat ini kan memang semua butuh oksigen. Sehingga kadang saat datang satu truk gas oksigen datang harus berbagi dengan rumah sakit lainnya. Meski demikian, sejauh ini untuk pasokan oksigen tidak ada kendala," ucapnya. 

Selain permintaan oksigen yang meningkat di RSUD Panembahan Senopati Bantul, pihaknya juga menambah kapasitas bed sebanyak 10 bed.

"Ada tambahan 10 bed tetapi hari ini sudah full. Memang sebelumnya ada antrian tapi untuk di ICU hanya dua antrian, selanjutnya bed yang biasa sisanya," terang Siti.

Baca Juga: Objek Wisata di Bantul Ditutup Akhir Pekan Ini, Dispar Prediksi Kerugian Capai Rp400 Juta

Terpisah, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso menjelaskan saat ini semua RS yang membutuhkan tambahan oksigen sudah terpenuhi.

"Kemarin rata-rata (permintaan oksigen) sudah terpenuhi. Jadi belum ada kekurangan oksigen hari ini," terang dia.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait