Menurut Heru, kapasitas generator oksigen mampu mencukupi kebutuhan oksigen hingga kenaikan kebutuhan 30 %. Tetapi pihak manajemen memandang harus segera melakukan upgrade mesin generator tersebut. Dan untuk sementara pihaknya menambah pembelian oksigen cair yang menggunakan tabung untuk cadangan oksigen gawat darurat stok di pasaran.
"Kami ada dua vendor yaitu PT Samator dan PT Langgeng serta penyedia lainya. Namun saat ini kosong,"ungkapnya.
Heru menambahkan sedang upayakan untuk mengkondisikan mesin generator agar bisa bertahan dan mampu mensuplai kebutuhan oksigen di RSUD Wonosari. Ia berharap agar apa yang mereka upayakan sementara mampu memenuhi kebutuhan oksigen.
Saat ini, lanjutnya, pihaknya telah memesan generator oksigen. Namun untuk sampai ke Gunungkidul baru sekitat 3 bulan yang akan datang. Pasalnya mesin generator oksigen tersebut harus didatangkan dari Belgia. Padahal di satu sisi, persoalan pengiriman masih menjadi kendala.
Baca Juga:Cerita Satgas Covid-19 di Gunungkidul Kesulitan Cari Oksigen, Terpaksa Pinjam Bengkel Las
Kondisi serupa juga dialami oleh RSUD Saptosari. Rumah sakit plat merah yang belum lama beroperasi ini juga kesulitan mendapatkan oksigen belakangan ini. Apalagi RSUD Saptosari juga sebagai rumah sakit rujukan utama kedua pasien covid19 di Gunungkidul.
Direktur RSUD Saptosari, dr Eko Darmawan mengatakan, pihaknya saat ini juga tengah berupaya membangun instalasi oksigen konsentrat seperti RSUD Wonosari. Namun sampai saat ini belum terwujud karena memang alatnya harus didatangkan dari luar negeri.
"Sementara kalau ada kebutuhan mendesak, kalau di rumah sakit swasta lain bisa kita pinjam ya kita pinjam,"ujar dia.
Kondisi serupa juga dialami oleh rumah sakit swasta di Bumi Handayani ini. Mereka juga kesulitan mendapatkan oksigen karena memang pasokan dari vendor seringkali tersendat bahkan sering tidak mendapatkan pasokan.
Direktur RS Multazam Dr Iip Wibawa Putra mengatakan pasokan oksigen di tempatnya memang tidak lancar. Karena ternyata oksigen liquidnya dari penyedia memang kesulitan sehingga untuk produksi terkendala. Sehingga mereka tidak selalu mendapatkan pasokan oksigen sesuai pesanan.
Baca Juga:Bertambah, Sudah 3 Warga Gunungkidul yang Meninggal Bunuh Diri Selama PPKM Darurat
"Gak mesti (mendapat kiriman) kadang tidak ada kiriman sama sekali," tambahnya.