Satgas Covid-19 Kulon Progo Pastikan Kesiapan Isolasi Terpusat Rusunawa Giripeni Sudah 80

Rusunawa Giripeni disiapkan sebagai tempat isolasi mandiri terpusat pasien Covid-19 di Kulon Progo

Galih Priatmojo | Hiskia Andika Weadcaksana
Selasa, 03 Agustus 2021 | 08:26 WIB
Satgas Covid-19 Kulon Progo Pastikan Kesiapan Isolasi Terpusat Rusunawa Giripeni Sudah 80
ilustrasi ruang isolasi. (Shutterstock)

SuaraJogja.id -  Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulon Progo menyebut kesiapan Rusunawa Giripeni telah mencapai 80 persen. Berdasarkan rencana nantinya tempat tersebut disiapkan sebagai lokasi isolasi mandiri terpusat pasien Covid-19 bergejala ringan hingga sedang.

Ketua Satgas Isolasi Terpusat Rusun Giripeni Letkol Inf Yefta Sangkakala menuturkan telah berkoordinasi lintas sektoral untuk terus memantau kesiapan tempat tersebut. Berdasarkan laporan kelompok kerja (Pokja) kesiapan telah mencakup sejumlah kebutuham

"Kesiapan Rusun Giripeni sampai saat ini sudah mencapai angka 80 persen. Kesiapan mencakup dari aspek sarana dan prasarana termasuk dari nakes," kata Yefta kepada awak media, Senin (2/8/2021).

Pria yang juga menjabat sebagai Komandan Kodim 0731/Kulon Progo tersebut menyampaikan sejumlah dinas akan diminta untuk mengirimkan orang untuk bertugas di Rusunawa Giripeni. Sehingga memang pengawasan akan terus berjalan dengan maksimal dari semua pihak.

Baca Juga:Cegah Kematian Saat Isolasi Mandiri, Segera ke Rumah Sakit Jika Saturasi Oksigen Rendah

Yefta merinci nantinya Kodim Kulon Progo sendiri akan mengirimkan sebanyak sembilan personel ke tempat isolasi terpusat di Bumi Sembada tersebut. Lalu ada Polres Kulon Progo dengan juga sembilan orang ditambah tim relawan dari BPBD Kabupaten Kulon Progo sebanyak 14 orang.

"Sementara itu, tenaga kesehatan (nakes) yang diperbantukan di Rusun Giripeni masih menunggu proses rekrutmen yang dilakukan oleh Dinkes Kabupaten Kulon Progo," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo, Joko Satyo Agus Nahrowi menjelaskan mekanisme supervisi yang dilakukan oleh sejumlah personel dari berbagai dinas itu akan menggunakan sistem sif.

"Kami akan menyiapkan sebanyak tujuh grup yang akan bertugas dengan skema tiga sif. Hari pertama grup satu, dua, dan tiga. Hari kedua grup empat, lima, dan enam. Hari ketiga grup tujuh, satu dan dua. Begitu seterusnya," ujar Joko.

Disebutkan Joko, dana Belanja Tidak Terduga (BTT) milik BPBD Kabupaten Kulon Progo akan digunakan juga.

Baca Juga:Melakukan Isolasi Mandiri Karena Terpapar Covid-19, Ini yang Harus Dikontrol

Terkait salah satunya untuk membiayai kebutuhan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang tengah melakukan isolasi terpusat di Rusunawa Giripeni. Tercatat setidaknya anggaran BTT itu mencapai Rp. 5,4 miliar.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak