Pariwisata Butuh Insentif untuk Bertahan, GIPI DIY: Kita Sama Sekali Tidak Bisa Bergerak

Bobby mengatakan, kondisi industri pariwisata sendiri saat ini sudah tidak bisa bergerak.

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana
Sabtu, 14 Agustus 2021 | 12:55 WIB
Pariwisata Butuh Insentif untuk Bertahan, GIPI DIY: Kita Sama Sekali Tidak Bisa Bergerak
Ketua Umum DPD Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY Bobby Ardyanto Setya Aji - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

SuaraJogja.id - Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY menyatakan bahwa pemberian insentif kepada industri pariwisata sangat dibutuhkan dalam kondisi pandemi Covid-19. Hal itu berguna untuk mengerakkan kembali industri yang saat ini tengah berhenti.

Ketua Umum DPD Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY Bobby Ardyanto Setya Aji mengatakan, kondisi industri pariwisata sendiri saat ini sudah tidak bisa bergerak. Maka dari itu diperlukan sebuah stimulan untuk mengungatkan pihak-pihak di dalamnya agar bisa bertahan.

"Kalau insentif tentunya sangat dibutuhkan sebenernya oleh temen-temen industri. Tahun ini kami secara cash flow memang sudah tidak ada, saving juga tidak ada. Sehingga memang kondisinya bener-bener emergensi," kata Bobby kepada awak media, Sabtu (14/8/2021).

Bobby menyebut sudah sempat menyampaikan kondisi emergensi yang dialami oleh industri pariwisata kepada Gubernur DIY. Salah satu yang memang dibutuhkan adalah insentif tadi.

Baca Juga:Bukit Dermo Akan Jadi Ikon Baru Wisata di Bantul, Ditargetkan Selesai 2023

"Karena situasinya seperti yang tadi saya bilang, kondisi kita sama sekali tidak bisa bergerak. 100 persen industri berhenti semuanya. Nah ini yang kami butuhkan, apa kebijakan atau stimulan pemerintah yang sifatnya bisa menguatkan kami untuk bertahan," tuturnya.

Bobby berharap bantuan atau stimulan dari pemerintah dalam bentuk apapun itu dapat diterima segera oleh pelaku industri pariwisata, sehingga dapat sedikit mengurangi beban yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19 ini.

Bahkan pihaknya sendiri sudah ibarat kehabisan cara untuk bertahan lagi. Jika memang tidak ada bantuan atau dukungan dari pemerintah itu sendiri.

"Satu hal, kami tidak tahu apakah bulan depan kami masih bisa bertahan. Seandainya memang tidak ada satu supporting dari pihak pemerintah," ucapnya.

Disebutkan Bobby, dari 22 asosiasi atau himpunan industri pariwisata dan pelaku wisata yang tergabung dalam GIPI DIY. Kemungkinan hanya satu dua asosiasi saja yang masih ada pergerakan itu pun sangat terbatas.

Baca Juga:Dinpar DIY Gelar Vaksin Wisata Bagi 2 Ribu Pelaku Pariwisata dan Industri Jasa Keuangan

Pihaknya mencontohkan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DPD DIY. Dari sejumlah hotel yang masih buka hampir semua hanya memiliki okupanasi di bawah 5 persen.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak