"Maka proses pemanggilan kami intensifkan," ucap Deni.
Kepada tim kepolisian, ibu korban masih sedikit sekali membuka informasi. Dari pertemuan terakhir, Deni mengetahui bahwa ibu korban masih syok dan sedih.
Jajaran Polres Sleman sempat meminta keterangan satu kali, belum lama ini. Namun ibu korban mengatakan dirinya pusing, sedih, syok dan meminta pemeriksaan dilanjutkan tiga sampai empat hari mendatang. Dalam hal ini, pemeriksaan dilakukan oleh tim di PPA.
"Dengan pendekatan dan mungkin ketika hasil DNA sudah ada, akan ada informasi lebih lanjut. Demikian juga kaitan ada hubungan asmara antara ibu korban dan seseorang masih kami dalami," ungkapnya.
Baca Juga:Terungkap! Ini Pelaku Pembunuhan Nenek Syarifah
Sementara dari hasil otopsi, belum terkuak secara spesifik jenis senjata tajam yang digunakan terduga pelaku dalam melukai dan menghabisi nyawa korban.
"Dokter nyatakan senjata tajam, kemungkinannya parang. Punya ujung agak runcing. Kalau liat dari luka korban, itu runcing mungkin agak tumpul tapi tajam. Tapi tidak tahu spesifikasinya," lanjut dia.
Deni berharap, hasil identifikasi dan mendalami DNA dan bercak darah korban dapat membantu memperjelas penanganan perkara, sedikitnya sampai 50%.
Hasil akan dicocokkan untuk selanjutnya diikuti dengan meminta keterangan si terduga pelaku, yang sebelumnya telah sempat mengerucut tadi.
Sebelumnya diberitakan, seorang remaja berusia belasan tahun, warga Kedulan, Tirtomartani, Kalasan, Sleman ditemukan meninggal dunia bersimbah darah di dalam rumahnya, Rabu (28/7/20210) malam. Ia diduga menjadi korban penganiayaan yang kemudian merenggut nyawanya.
Baca Juga:Fakta Baru Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang Mulai Terungkap
Kontributor : Uli Febriarni