Idap Gangguan Jiwa, Pria di Bantul Aniaya Tetangga Pakai Gagang Pacul hingga Tewas

Pelaku dan korban diketahui mengalami gangguan jiwa

Galih Priatmojo
Rabu, 15 September 2021 | 10:38 WIB
Idap Gangguan Jiwa, Pria di Bantul Aniaya Tetangga Pakai Gagang Pacul hingga Tewas
Ilustrasi penganiayaan. (Unsplash/Ari Spada)

SuaraJogja.id - Aksi penganiayaan terjadi di Padukuhan Pelem Sewu RT 05 Kalurahan Panggungharjo Kapanewon Sewon Bantul, Selasa (13/9/2021) malam. Akibatnya satu orang tewas dalam peristiwa tersebut. 

Korban adalah Bratomo Sutarman (59) warga yang mengontrak di salah satu kamar rumah warga Pelem Sewu sementara pelaku adalah tetangga selang 1 rumah, NW (25). Bratomo tewas bersimbah darah usai dianiaya oleh NW (25) menggunakan gagang pacul.

Beberapa tetangga di padukuhan tersebut mengaku tidak mengetahui peristiwa tersebut. Ketika SuaraJogja.id mengunjungi lokasi kejadian, para tetangga mengaku tidak mengetahui peristiwa tersebut. Seperti Mudzakir, warga yang tinggal di rumah antara rumah pelaku dengan tempat korban mengontrak selama ini.

"Saya benar-benar tidak tahu njih. Maaf karena tidak di rumah,"ujar Mudzakir, Rabu pagi.

Baca Juga:Kasus Aktif Covid-19 di Bantul Diklaim Terus Menurun, Tinggal 680 Orang

Ilustrasi penganiayaan (Shutterstock).
Ilustrasi penganiayaan (Shutterstock).

Pelaku aniaya dengan gagang pacul

Sementara itu, Ketua RT 05, Sukirdi membeberkan adanya peristiwaa penganiayaan yang berujung salah seorang tewas.

Ia menyebut peristiwa penganiayaan tersebut terjadi sekitar pukul 22.15 WIB. Antara korban dan pelaku terlibat pertengkaran hebat.

Ia sendiri baru mengetahui pertengkaran tersebut ketika pemilik kontrakan membangunkannya. Tetangga pemilik kontrakan tersebut meminta tolong kepada dirinya untuk melerai pertengkaran keduanya.

"Saya datang ke lokasi kamar tempat mereka bertengkar tersebut. Letak rumahnya hanya selang satu rumah di kiri saya,"ujar Sukirdi.

Baca Juga:Masyarakat Pilih-Pilih Jenis Vaksin, Dinkes Bantul Ingatkan Semua Merek Vaksin Sama

Sukirdi menambahkan dirinya mendengar sangat jelas ada orang yang dipukuli. Namun karena pintu dikunci dari dalam, dia tidak bisa masuk. Dirinya hanya bisa menenangkan keduanya dari luar sambil berteriak-teriak.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak