alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

UGM Siapkan Kuliah Tatap Muka Oktober, Prioritaskan Mahasiswa Baru

Eleonora PEW | Hiskia Andika Weadcaksana Jum'at, 17 September 2021 | 20:15 WIB

UGM Siapkan Kuliah Tatap Muka Oktober, Prioritaskan Mahasiswa Baru
Rektor UGM Panut Mulyono bersama dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau vaksinasi di Sabha Pramana UGM, Jumat (17/9/2021). - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

"Kita akan evaluasi setelah Ujian Tengah Semester pada pertengahan Oktober ini," kata Panut.

SuaraJogja.id - Universitas Gadjah Mada (UGM) tengah mematangkan persiapan kuliah tatap muka dalam waktu dekat. Nantinya perkuliahan bauran itu akan diprioritaskan untuk mahasiswa baru yang belum pernah merasakan datang ke kampus.

Hal ini disampaikan langsung oleh Rektor UGM Panut Mulyono kepada awak media saat mendampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau vaksinasi di Sabha Pramana UGM, Jumat (17/9/2021).

Nantinya, kata Panut, rencana perkuliahan tatap muka itu akan dievaluasi terlebih dulu setelah pelaksanaan Ujian Tengah Semester (UTS) pada pertengahan bulan Oktober mendatang.

Ia mengatakan, sejauh ini Menteri Dalam Negeri serta Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Pendidikan Tinggi telah terus mendorong perguruan tinggi untuk memulai perkuliahan tatap muka. Maka dari itu seluruh mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan masyarakat sekitar kampus perlu segera menerima vaksinasi.

Baca Juga: 6 Fakta Prof Adi Utarini Salah Satu Orang Paling Berpengaruh di Dunia, Kebanggaan Jokowi

"Kita sesegera mungkin untuk melakukan pembelajaran tatap muka. Nah di UGM sendiri saat ini semester sudah berjalan selama lima minggu. Maka kita akan evaluasi setelah Ujian Tengah Semester pada pertengahan Oktober ini," kata Panut.

Lebih lanjut, Panut menjelaskan bahwa rencana kuliah tatap muka itu tetap akan diterapkan secara bauran atau sebagian terlebih dulu. Kali ini UGM akan lebih memprioritaskan bagi mahasiswa-mahasiswa yang telah diterima sejak tahun lalu dan tahun ini yang belum pernah merasakan datang ke kampus.

"Kita mulai untuk pembelajaran tatap muka untuk terutama mahasiswa-mahasiswa UGM yang sejak tahun lalu diterima belum pernah ke kampus. Kemudian yang diterima tahun ini mereka juga tidak ke kampus. Nah ini yang akan kita utamakan untuk memulai pembelajaran tatap muka," tuturnya.

Manurutnya, perkuliahan tatap muka menjadi hal penting untuk bisa segera kembali dilaksanakan. Termasuk agar mahasiswa baru khususnya bisa merasakan suasana belajar di kampus.

Terlebih lagi interaksi yang terjadi antara setiap orang di kampus juga penting bagi pembentukan karakter. Sebab itu tidak bisa salurkan begitu saja jika hanya melalui daring.

Baca Juga: Prof Adi Utarini Masuk 100 Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia 2021 versi Majalah Time

“Karakter mahasiswa dibentuk dalam pergaulan di kampus. Kalau daring dari segi keilmuan bisa dipenuhi, tetapi pembentukan karakter, perilaku, dan sosial ada yang kurang, padahal mereka nantinya akan menjadi pemimpin-pemimpin di Indonesia,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini Panut memberikan apresiasi atas kegiatan vaksinasi yang telah diinisiasi oleh Kementerian Perhubungan. Sebagai bentuk dukungan yang diberikan untuk menyambut rencana perkuliahan tatap muka.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Menteri Perhubungan atas kegiatan vaksinasi yang bisa mempercepat jumlah mahasiswa yang mendapatkan vaksinasi sebagai syarat mengikuti perkuliahan tatap muka,” tandasnya.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menuturkan pelaksanaan vaksinasi Bakti Untuk Negeri ini digelar atas kerja sama Kementerian Perhubungan, TNI, POLRI, UGM, KAGAMA, dan sejumlah BUMN. Kegiatan vaksinasi diselenggarakan dalam rangka Hari Perhubungan Nasional.

"Kita ingin Hari Perhubungan Nasional mempunyai arti
bagi masyarakat, tidak sekadar hari yang berlalu begitu saja. Kita ingin bergerak mengharmoniskan Indonesia," ujar Budi.

Diketahui bahwa GSP UGM menjadi salah satu lokasi pusat vaksinasi Bakti untuk Negeri di DIY yang berlangsung selama dua hari. Total jumlah vaksin yang akan diberikan di DIY sebanyak 23 ribu dosis vaksin.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait