alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Mobil Antik Hancur Dihantam ODGJ Pakai Batu dan 4 Berita SuaraJogja

Eleonora PEW Senin, 04 Oktober 2021 | 08:03 WIB

Mobil Antik Hancur Dihantam ODGJ Pakai Batu dan 4 Berita SuaraJogja
mobil antik warga Gunungkidul dirusak ODGJ. [Kontributor / Julianto]

Di sisi lain, ada kisah unik tentang pohon jati yang diminta Sri Sultan HB IX dan diganti dengan TV hitam putih.

SuaraJogja.id - Seorang pemilik mobil antik mengalami nasib apes karena kendaraan miliknya itu hancur dihantam batu oleh ODGJ. Di sisi lain, ada kisah unik tentang pohon jati yang diminta Sri Sultan HB IX dan diganti dengan TV hitam putih.

Sementara itu, Pemda DIY meminta tambahan vaksin dari pemerintah pusat selagi bersiap menggelar kuliah tatap muka. Cukup mencuri perhatian pembaca, seorang bendesa adat di Bali diduga melakukan perselingkuhan hingga diminta mengundurkan diri.

Selain itu, viral aksi pedagang buah menjual dagangannya sangat murah, dan ternyata da yang disembunyikan. Simak di bawah ini lima berita terpopuler pada Minggu (3/10/2021) kemarin dari SuaraJogja.id:

1. Apes, Kaca Mobil Antik Warga Gunungkidul Hancur Dihantam Batu oleh ODGJ

Baca Juga: Apes, Kaca Mobil Antik Warga Gunungkidul Hancur Dihantam Batu oleh ODGJ

Mobil Antik Hancur Dihantam ODGJ Pakai Batu dan 4 Berita SuaraJogja - 1

Nasib apes dialami oleh Suherman, warga Padukuhan Plosokerep Kalurahan Bunder Kapanewon Patuk Gunungkidul. Kaca depan mobil antiknya hancur dihantam batu oleh lelaki tidak waras. Beruntung ia tidak mengalami luka sedikitpun meskipun saat aksi lempar batu tersebut tengah melaju.

Kanit Reskrim Polsek Playen, Iptu Larso mengungkapkan aksi pelemparan batu tersebut terjadi Sabtu (2/10/2021) kemarin. Saat itu, Suherman tengah menyusuri jalan Jogja-Wonosari usai pulang dari pasar, sekitar pukul 10.00 WIB.

Baca selengkapnya

2. Diduga Terlibat Perselingkuhan, Bendesa di Desa Tegallingah Dituntut Mengundurkan Diri

Baca Juga: Diduga Terlibat Perselingkuhan, Bendesa di Desa Tegallingah Dituntut Mengundurkan Diri

Mobil Antik Hancur Dihantam ODGJ Pakai Batu dan 4 Berita SuaraJogja - 2

Seorang bendesa adat di Bali tengah jadi sorotan. Hal itu lantaran ia diduga melakukan perselingkuhan dengan salah satu kramanya yang diketahui sudah bersuami.

Seperti dikutip dari Beritabali.com, sebagian besar seluruh krama di Desa Adat Munjung Sari Kerti, Desa Tegallingah menuntut sebuah keadilan atas perbuatan perselingkuhan yang dilakukan bendesa adatnya tersebut.

Baca selengkapnya

3. Kisah Pohon Jati di Padukuhan Gari yang Diminta Sri Sultan HB IX Diganti TV Hitam Putih

Mobil Antik Hancur Dihantam ODGJ Pakai Batu dan 4 Berita SuaraJogja - 3

Mata air menjadi sesuatu yang sangat penting bagi warga Gunungkidul. Mata air menjadi sumber penghidupan bagi warga setempat. Karena Gunungkidul selama ini dikenal sebagai daerah yang selalu kekurangan air terutama di musim kemarau

Salah satunya adalah Sumber (mata air) Gari yang berada di perbatasan wilayah Padukuhan Gari dan Jamburejo, Kalurahan Gari, Kapanewon Wonosari, Gunungkidul, terdapat sebidang tanah berstatus Sultan Ground (SG). Di tanah yang terletak di pinggir kali kecil cukup luas ini ada 2 buah mata air yang berupa Belik dan Sendang.

Baca selengkapnya

4. Viral Pedagang Buah Jual Dagangannya Murah Banget, Ternyata Ada yang Disembunyikan

Mobil Antik Hancur Dihantam ODGJ Pakai Batu dan 4 Berita SuaraJogja - 4

Sebuah trik pedagang buah untuk mendatangkan pembeli viral di media sosial.

Dalam video yang diunggah oleh akun TikTok @doni.hamdani1234 terlihat seorang pria memantau pedagang buah yang berjualan menggunakan mobil bak terbuka.

Baca selengkapnya

5. DIY Bersiap Gelar Kuliah Tatap Muka, Pemda Minta Tambahan Vaksin ke Pemerintah Pusat

Mobil Antik Hancur Dihantam ODGJ Pakai Batu dan 4 Berita SuaraJogja - 5

Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di tingkat perguruan tinggi saat ini tengah disiapkan seiring tren kasus COVID-19 yang terus menurun di DIY. Bila kebijakan ini diterapkan, maka sekitar 300 ribu mahasiswa dari berbagai daerah akan kembali berkuliah di DIY.

Karenanya Pemda DIY meminta tambahan vaksin COVID-19 ke pemerintah pusat. Hal ini untuk mengantisipasi munculnya klaster penularan virus di kampus.

Baca selengkapnya

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait