Jumlah Kunjungan Wisatawan Sleman Melonjak, Dispar: Lebih Banyak yang Ditolak

Pram mengaku melihat banyak wisatawan harus mengurungkan niatnya berwisata guna menyesuaikan aturan yang masih ditetapkan pemerintah.

M Nurhadi | Hiskia Andika Weadcaksana
Senin, 04 Oktober 2021 | 16:20 WIB
Jumlah Kunjungan Wisatawan Sleman Melonjak, Dispar: Lebih Banyak yang Ditolak
Suasana sepi saat uji coba pembukaan wisata Tebing Breksi di Kabupaten Sleman, Kamis (16/9/2021). [Hiskia Andika Weadcaksana / SuaraJogja.id]

SuaraJogja.id - Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman menyebut belum ada lonjakan pengunjung yang berwisata di wilayahnya. Malah, lebih banyak pengunjung yang harus ditolak ketimbang yang diperbolehkan masuk ke destinasi wisata tertentu.

Hingga saat ini baru ada tujuh destinasi wisata yang telah diperbolehkan untuk uji coba pembukaan. Di antaranya adalah Kebun Binatang Gembira Loka, Tebing Breksi Prambanan, Kawasan Candi Boko, Hutan Pinus Mangunan, Hutan Pinus Pengger Bantul, Seribu Batu Bantul dan Merapi Park Sleman.

Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Suparmono mengatakan, tiga destinasi wisata di Bumi Sembada yang telah resmi diberikan izin kembali buka itu semuanya masih tergolong landai. Belum ada lonjakan jumlah wisatwan yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

"Belum ramai sih. Breksi masih sekitar 400an ya sedikit-sedikit, Ratu Boko maksimal 200an, Merapi Park sekitar 150 pengunjung," kata Suparmono saat dihubungi awak media, Senin (4/10/2021).

Baca Juga:Benarkah Pil Molnupiravir Menurunkan Risiko Kematian akibat COVID-19? Ini kata Pakar

Pria yang akrab disapa Pram itu justru mengaku melihat banyak wisatawan harus mengurungkan niatnya berwisata guna menyesuaikan aturan yang masih ditetapkan pemerintah.

"Jadi malah antara yang masuk dan yang ditolak itu banyak yang ditolak," ujarnya.

Penolakan itu salah satunya terkait dengan aturan yang belum memperbolehkan pengunjung anak-anak untuk masuk ke destinasi wisata uji coba. Padahal tidak dipungkiri justru anak-anak yang sebenarnya menginginkan untuk piknik.

"Misalkan satu keluarga satu mobil. Terus ada satu anak kecil nah itu kan enggak bisa masuk, ya akhirnya satu keluarga enggak jadi piknik. Jadi antara yang masuk dan kemudian ditolak banyak yang ditolak. Karena itu tadi anak kecil belum boleh masuk," tuturnya. 

Pram juga tidak memungkiri sudah ada beberapa tempat wisata yang kemudian secara mandiri menerima pengunjung. Dispar Sleman sendiri mengaku agak sulit memilah tempat wisata tersebut sebab kebanyakan berhimpitan juga dengan restoran atau rumah makan.

Baca Juga:Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi di Sorong, Jokowi: Segera Dihabiskan, Jangan Ada Stok Vaksin!

"Ada beberapa tapi di situ ada rumah makan, yang buka rumah makannya, ya sulit kriterianya. Tapi yang penting kalau mereka tetap jaga protokol ya tidak berkerumun banget ya tidak apa-apa lah," ujarnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak