alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Penemuan Mayat di Saluran Irigasi, Sempat Dikira Guling oleh Penjual Soto

Eleonora PEW Rabu, 06 Oktober 2021 | 13:51 WIB

Penemuan Mayat di Saluran Irigasi, Sempat Dikira Guling oleh Penjual Soto
Ilustrasi mayat/ kamar mayat/ jenazah. (Shutterstock)

Penemuan mayat tersebut kali pertama diketahui oleh Wahyu, seorang penjual soto, saat membuka warung.

SuaraJogja.id - Sesosok mayat ditemukan di sebuag saluran irigasi di Glatak, Klaten, Jawa Tengah.

Mulanya, saksi pertama yang menemukan mengira mayat tersebut guling. Setelah didekati, baru diketahui bahwa ternyata itu adalah jasad orang meninggal.

Penemuan mayat tersebut kali pertama diketahui oleh Wahyu, seorang penjual soto, saat membuka warung.

Warga Gatak dan sekitarnya lantas digemparkan dengan penemuan pada Rabu (6/10/2021) pukul 05.00 WIB itu.

Baca Juga: Dikira Guling, Penjual Soto Asal Klaten Ini Kaget Usai Dekati Sesuatu di Selokan!

Bakul soto di Gatak yang kali pertama mengetahui kejadian tersebut sempat mengira orang yang meninggal dunia tersebut merupakan sebuah guling.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, penemuan mayat di saluran irigasi itu kali pertama diketahui Wahyu, 62, seorang bakul soto di Gatak, tepatnya di timur PLN Delanggu.

Semula, Wahyu yang membuka warungnya melihat sesuatu yang dikira sebuah guling di saluran irigasi di Gatak. Saat didekati, ternyata benda yang dikira guling itu merupakan seorang manusia yang sudah meninggal dunia.

Tak jauh dari lokasi penemuan mayat itu, terdapat sepeda motor (nyemplung di sawah di sebelah saluran irigasi Gatak). Belakangan diketahui, korban meninggal dunia di saluran air di Gatak itu bernama Riski.

Selanjutnya, Wahyu memberitahukan ke petugas PLN Gatak, Delanggu sebelum akhirnya dilaporkan ke Polsek Delanggu. Tak berselang lama, aparat polisi datang ke lokasi untuk mengevakuasi jenazah.

Baca Juga: Bikin Geleng-geleng! Sampah TPS Liar di Klaten Bisa Capai 1 Ton/Hari

“Saya sempat berpikiran [yang ada di saluran irigasi] itu guling. Posisinya berada di tengah saluran. Sehingga, air saluran sedikit mampet,” kata Wahyu, 62, saat ditemui wartawan di Gatak, Delanggu, Rabu (6/10/2021).

Hal senada dijelaskan warga Gatak lainnya, Mardi, 60. Saat dirinya ingin mengecek sawah di dekat lokasi, ternyata sudah banyak orang di timur PLN Gatak.

“Korban yang meninggal dunia itu warga Gatak sendiri. Kebetulan, bapaknya korban itu sering jalan-jalan pagi di sekitar lokasi. Saat bapaknya melihat anaknya yang meninggal dunia di saluran irigasi itu, yang bersangkutan langsung menangis,” katanya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait