Musim Hujan Rawan Banjir, Masyarakat Diingatkan Waspadai Bantaran Sungai Wisata di Bantul

"Pihak pengelola seharusnya koordinasi dengan Tim SAR, minta pendapat bagaimana kalau dibangun wahana."

Eleonora PEW
Senin, 18 Oktober 2021 | 19:02 WIB
Musim Hujan Rawan Banjir, Masyarakat Diingatkan Waspadai Bantaran Sungai Wisata di Bantul
Gazebo di Taman Senja Ngelo di Karet Kanoman, Pleret, Pleret, Bantul pada Rabu (13/10/2021) sore. - (SuaraJogja.id/Rahmat Jiwandono)

SuaraJogja.id - Musim hujan telah tiba, dan masyarakat diperingatkan untuk mewaspadai bantaran sungai di tempat wisata.

Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan, bantaran Sungai Opak di kawasan taman wisata Senja Ngelo Dusun Kanoman, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul rawan banjir akibat luapan air sungai itu ketika musim hujan.

"Kalau banjir ini fase tahunan, cuma kalau banjir besar lima tahunan, seperti di daerah sini (Taman Ngelo, red.) kalau banjir bisa sampai sana (pemukiman warga, red.) dari bibir sungai sampai sana kurang lebih 200 meter," kata Komandan SAR DIY Distrik Bantul Bondan Supriyanto saat meninjau taman wisata Senja Ngelo di Bantul, Senin (18/10/2021).

Bahkan, katanya, saat banjir besar akibat hujan deras dampak badai Siklon Tropis Cempaka 2017, sejumlah lokasi bantaran Sungai Opak di wilayah Pleret tenggelam, misalnya di Karang Gayam dan Kanoman yang saat ini tumbuh kegiatan wisata, sehingga perlu diantisipasi dampak banjir.

Baca Juga:Cuma di Tebing Breksi Jogja, Ini 3 Aktivitas Seru yang Bisa Kamu Lakukan Saat Liburan

Terkait dengan kondisi kawasan taman wisata yang rawan banjir tersebut, Tim SAR sudah menyampaikan ke pemerintah daerah setempat, agar dapat mengantisipasi supaya tidak terjadi korban jiwa atau materiil mengingat tidak lama lagi wilayah DIY, termasuk Bantul, memasuki musim hujan.

"Sudah kami sampaikan, kalau situasi kondisi banjir menurut 'assesment' (penilaian) dari SAR DIY sini (Taman Ngelo, red.) memang rawan banjir dengan kedalaman hingga tiga meter kalau yang di bibir sungai," katanya.

Bondan mengatakan hal itu agar kalangan pelaku pariwisata atau masyarakat yang sudah berkorban mengembangkan kawasan dengan membangun fasilitas dan sarana umum tidak menjadi korban dan menderita kerugian akibat banjir.

"Kita kan kasihan dengan teman-teman yang membuat tempat-tempat seperti itu. Memang banjir besar fase lima tahunan, tetapi ini sudah masuk fasenya, dan bulan depan kemungkinan hujan besar, sebenarnya ini yang boleh tahu dari Tim SAR," katanya.

Dia berharap, kajian dari Tim SAR DIY yang menyebutkan bahwa bantaran Sungai Opak di Pleret ini, jangan dinilai sebagai ancaman yang meresahkan masyarakat, melainkan dijadikan edukasi bagi masyarakat, termasuk pengelola, agar bisa meminimalkan dampak kejadian.

Baca Juga:5 Wisata Jogja Terbaru Instagramable dan Paling Hits

"Pihak pengelola seharusnya koordinasi dengan Tim SAR, minta pendapat bagaimana kalau dibangun wahana, ke depannya membahayakan masyarakat atau bangunan itu sendiri tidak, cuma persoalannya belum ada koordinasi, langsung bangun-bangun mengikuti perkembangan," katanya. (ANTARA)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak