alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Madrasah di Sleman Mulai Gelar PTM, Polanya Dibuat Ganjil Genap

Galih Priatmojo Kamis, 21 Oktober 2021 | 20:49 WIB

Madrasah di Sleman Mulai Gelar PTM, Polanya Dibuat Ganjil Genap
Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah-sekolah Kabupaten Sleman - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

Aktivitas PTM di Madrasah sudah digelar mulai pekan ini

SuaraJogja.id - Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dalam masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 di Sleman, telah berlangsung pula bagi jenjang pendidikan madrasah.

Kepala Kantor Kementerian Agama Sleman Sidik Purnomo menjelaskan, pihaknya sudah meminta madrasah di wilayah Kabupaten Sleman untuk mulai mempersiapkan PTM sejak 8 Oktober 2021.

"Pekan kemarin sudah boleh, namun karena membutuhkan persiapan lebih matang, maka pekan ini sudah dimulai," kata dia, Kamis  (21/10/2021).

Sidik menerangkan, PTM tersebut sudah digelar baik untuk jenjang Madrasah Ibtidaiyah Negeri, Madrasah Tsanawiyah Negeri dan Madrasah Aliyah Negeri. Jumlah sekolah terdiri dari lima MAN, 10 MtsN dan dua MIN.

Baca Juga: Bakal Duel di Stadion Manahan, Persib Bandung dan PSS Sleman Sama-sama Incar 3 Poin

"Semuanya, kami mempersyarati yang sudah siap. Polanya absen [presensi] genap pagi dan ganjil siang," sebut Sidik.

PTM madrasah yang dikelola swasta diatur oleh yayasan masing-masing, lanjut dia.

Sekolah di bawah Kemenag memulai kegiatan belajar mengajar (KBM) selama dua jam, sepekan dua kali. Pada pagi hari, KBM dimulai pukul 07.00 WIB.

Madrasah yang bisa melaksanakan PTM, sebelumnya harus sudah mendapat izin dari Gugus Tugas Covid-19 wilayah.

Total ada sekitar 29.000 siswa jenjang madrasah se-Kabupaten Sleman, baik itu murid madrasah negeri dan swasta.

Baca Juga: Bidik Poin Penuh, Robert Pastikan Persib Siap Hadapi PSS Sleman

Kala disinggung perihal capaian imunisasi Covid-19, saat ini hampir semua siswa dan sivitas madrasah di Kabupaten Sleman sudah divaksin dan memulai vaksin ke-2.

"Ada yang belum, tapi karena memang belum bisa divaksin," ujarnya.

Kontributor : Uli Febriarni

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait