Polisi Kerap Datangi Desa Wadas, Sejumlah Warga Alami Trauma

Rombongan polisi yang terdiri sekitar 12-13 orang tersebut datang menggunakan seragam lengkap dan membawa senapan laras panjang.

Eleonora PEW | Muhammad Ilham Baktora
Kamis, 04 November 2021 | 18:07 WIB
Polisi Kerap Datangi Desa Wadas, Sejumlah Warga Alami Trauma
Perwakilan warga Wadas, Arafah (tengah), memberi keterangan saat konferensi pers di Kantor Walhi Yogyakarta, Kamis (4/11/2021). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)

SuaraJogja.id - Rasa trauma sejumlah warga Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah kembali muncul setelah kedatangan aparat kepolisian yang kerap dilakukan selama 28 hari terakhir. Berseragam lengkap dengan menenteng senjata laras panjang, aparat membuat warga terutama ibu-ibu dan anak-anak mulai resah.

Hal itu disampaikan perwakilan warga Wadas yang tergabung di Kawula Muda Desa Wadas (Kamudewa), Arafah saat konferensi pers di Kantor Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Yogyakarta, Kotagede, Kota Jogja, Kamis (4/11/2021).

"Intensitas aparat ke desa wadas ini lebih sering. Pada September sampai hari ini hampir tiap hari, ada 16 kali kedatangan aparat yang kami himpun selama berjaga," terang Arafah kepada wartawan, Kamis.

Kuasa Hukum Warga Wadas, Julian Dwi Prasetya (kiri), menunjukkan laporan warga yang merasa terintimidasi oleh kedatangan aparat kepolisian saat konferensi pers di Kantor Walhi Yogyakarta, Kamis (4/11/2021). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)
Kuasa Hukum Warga Wadas, Julian Dwi Prasetya (kiri), menunjukkan laporan warga yang merasa terintimidasi oleh kedatangan aparat kepolisian saat konferensi pers di Kantor Walhi Yogyakarta, Kamis (4/11/2021). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)

Ia melanjutkan kerapnya aparat datang ke desa Wadas membuat trauma. Pasalnya rombongan polisi yang terdiri sekitar 12-13 orang tersebut datang menggunakan seragam lengkap dan membawa senapan laras panjang.

Baca Juga:Warga Wadas Kerap Didatangi Aparat, Gempadewa Layangkan Surat Laporan ke Mabes Polri

"Pascakejadian (ricuh) 23 April itu kan aparat datang berseragam lengkap dan melakukan aksi represif sampai penangkapan warga wadas. Yang kami takutkan dan menimbulkan rasa trauma itu lagi adalah kedatangan mereka lengkap dengan senjata itu," katanya.

Memang aparat mengaku sedang melakukan patroli di wilayah Wadas. Namun saat ditanya oleh warga terkait surat tugas dan bertanya soal identitas, aparat tidak mau memberi jawaban.

"Jadi karena mereka sering datang menjadi kekhawatiran kami, mereka tidak menunjukkan surat tugas patroli yang hampir tiap hari itu. Ditambah lagi menutupi identitasnya. Tentu ada rasa trauma dengan peristiwa April kemarin," keluh dia.

Warga juga khawatir dalih berpatroli yang dilakukan aparat bukan menjaga keamanan warga, melainkan memudahkan proyek penambangan batu andesit yang sudah direncanakan.

"Kita takut kalau mereka itu datang untuk mempermudah jalannya proyek penambangan andesit. Karena kejadian pada 23 April itu, aparat malah membantu pemrakarsa proyek," terang dia.

Baca Juga:Biadab! Paman di Kulon Progo Tega Cabuli Bocah 14 Tahun hingga Alami Trauma

Warga Wadas meminta agar aparat kepolisian tidak perlu mendatangi desa dengan alasan yang tidak jelas. Mereka juga mendesak kepolisian menegakkan prinsip-prinsip HAM dan menghargai penolakan warga terhadap penambangan batu andesit di desa setempat.

Terpisah, Direktur Walhi Yogyakarta Halik Sandera mempertanyakan dalih patroli yang dilakukan aparat. Jika memang ingin menjaga keamanan, cukup beberapa personel dan tidak perlu membawa senapan laras panjang.

"Kalau memang benar berpatroli seharusnya cukup dengan satu mobil. Jadi tidak perlu banyak anggota polisi sampai membawa senjata seperti itu dan tidak perlu mengenakan rompi anti peluru. Itu di luar normal, dan sangat wajar warga merasa sangat resah," kata dia.

Ia juga meyakini jika hanya sebatas menjaga keamanan desa, warga Wadas juga memiliki mekanisme sendiri untuk menjaga wilayahnya jika memang masih bisa dikendalikan oleh warga. Sehingga tidak perlu aparat terlalu intensif turun ke lapangan.

Sementara Kuasa Hukum Warga Wadas Julian Dwi Prasetya mengatakan bahwa dari catatan warga Wadas dimana sebanyak 16 kali aparat melakukan patroli akan dilaporkan ke Mabes Polri. Meski pihaknya tahu bahwa kecil kemungkinan akan direspon, namun cara ini bisa menunjukkan bagaimana sikap kepolisian dalam menindaklanjuti laporan-laporan warga yang jarang sekali selesai.

"Peristiwa 23 April kemarin sudah kami laporkan ke Kapolri. Tapi sampai saat ini tidak ada sama sekali responnya. Tapi kami akan melihat bagaimana mereka (kepolisian) menindaklanjuti laporan masyarakat terkait kegiatan patroli aparat yang terkesan tidak normal itu, " ujar Julian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak