Sejarah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, Makna, dan Tokoh Penting

Awal mula peringatan hari Sumpah Pemuda beserta tokoh penting yang berpartisipasi dalam Sumpah Pemuda.

Nur Afitria Cika Handayani
Selasa, 14 Desember 2021 | 11:39 WIB
Sejarah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, Makna, dan Tokoh Penting
Pengunjung mengamati koleksi yang dipajang di Museum Sumpah Pemuda di daerah Kwitang, Jakarta Pusat, Minggu (28/10). (Suara.com/Fakhri Hermansyah)

Prof. Mr. Sunario merupakan wakil organisasi Jong Java yang lahir di Madiun, 28 Agustus 1902. Sunario menempuh pendidikan di Belanda dengan biaya sendiri dan memutuskan pulang ke Indonesia untuk memperjuangkan kemerdekaan.

Pasca kemerdekaan Indonesia, Sunario kemudian diangkat menjadi menteri Luar Negeri.

3. Mr. Amir Syarifuddin

Mr. Arif Syarifuddin yang lahir di Medan, Sumatera Utara pada 27 April 1907 berasal dari keluarga Batak dan mewakili Jong Bataks pada Kongres Pemuda II.

Baca Juga:Hari Sumpah Pemuda, Akademisi: Butuh Toleransi Yang Besar

Selain ketiga tokoh penting diatas, terdapat pula tokoh tokoh pemuda penting lainnya yang berperan penting dalam peristiwa Sumpah Pemuda yakni.

  • Ketua: Sugondo Djojopuspito (PPPI)
  • Wakil Ketua: R.M Joko Marsaid (Jong Java)
  • Sekretaris: Muhammad Yamin (Jong Sumatranen Bond)
  • Bendahara: Amir Sjarifuddin (Jong Bataks Bond)
  • Pembantu I: Johan Mohammad Cai (Jong Islamieten Bond)
  • Pembantu II: R. Katjasoengkana (Pemuda Indonesia).
  • Pembantu III: R.C.I Sendoek (Jong Celebes)
  • Pembantu IV: Johannes Leimena (Jong Ambon)
  • Pembantu V: Mohammad Rochjani Su’ud (Pemuda Kaum Betawi)
  • Pengisi Acara: Wage Rudolf atau W.R Soepratman.

Pada Kongres Pemuda II Pada tanggal 28 Oktober 1928 lagu Indonesia Raya ciptaan W.R Soepratman dikumandangkan dengan diiringi alat musik Biola.

Makna Sumpah Pemuda

Isi dari Sumpah Pemuda memiliki makna yang cukup mendalam untuk diketahui para pemuda generasi masa kini, antara lain.

1. Satu Tumpah Darah

Baca Juga:Memperingati Sumpah Pemuda Dengan Semangat Membangun Negeri Dalam Keberagaman

Tumpah darah merupakan kata lain dari tanah kelahiran, dimana ikrar ini menunjukkan bahwa Indonesia meski terdiri dari ribuan pulau yang dipisahkan oleh laut akan tetapi hakikatnya satu yakni Negara Indonesia.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak