facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tak Ada Penyekatan dan Putar Balik, Begini Skema Rekayasa Lalin Saat Nataru di Bantul

Galih Priatmojo | Rahmat jiwandono Selasa, 21 Desember 2021 | 22:49 WIB

Tak Ada Penyekatan dan Putar Balik, Begini Skema Rekayasa Lalin Saat Nataru di Bantul
Kapolres Bantul AKBP Ihsan. (SuaraJogja.id/Rahmat Jiwandono)

dua lokasi rawan terjadi kemacetan adalah wilayah parangtritis dan Jalan Wonosari.

SuaraJogja.id - Kabupaten Bantul tidak akan melakukan penyekatan maupun putar balik saat Natal dan Tahun Baru 2022 (Nataru). Namun demikian, polisi akan melakukan rekayasa lalu lintas bila memang diperlukan. 

"Kami melakukan rekayasa lalu dengan cara-cara mengalihkan kendaraan di jalur-jalur yang berpotensi terjadi kemacetan. Itu pun situasional kalau terjadi kemacetan otomatis akan kami rekayasa dengan personel yang sudah kami bentuk yakni tim urai kemacetan," jelas Kapolres Bantul AKBP Ihsan, Selasa (21/12/2021). 

Kata dia, dua lokasi rawan terjadi kemacetan adalah wilayah parangtritis dan Jalan Wonosari. Dua lokasi ini rawan kemacetan lantaran diprediksi banyaknya kendaraan yang melintas. 

"Saat Nataru kendaraan yang lewat Parangtritis dan Jalan Wonosari jumlahnya begitu banyak," katanya. 

Baca Juga: Omicron Masuk ke Indonesia, Bantul Tak Akan Lockdown Saat Natal dan Tahun Baru

Terkait dengan rekayasa lalu lintas, menurutnya, akan dimulai dari simpang tiga tembi. Nantinya di sana akan ada polisi yang memberikan pengumuman ke masyarakat. 

"Di simpang tiga tembi besok akan ada tim punakawan sambil memegang imbauan yang berisi penerapan ganjil di Pantai Parangtritis. Artinya kendaraan berpelat nomor ganjil boleh ke sana dan sementaran yang berpelat nomor genap ke Pantai Samas," paparnya. 

Di pos polisi ngangkruk Jalan Parangtritis juga akan dilakukan pengalihan arus lalu lintas. Yang mana kendaraan berpelat genap akan diarahkan ke Pantai Samas. 

"Kemudian apabila di tempat pemungutan retribusi (TPR) Parangtritis terjadi kemacetan karena antrean wisatawan maka TPR akan dibuka tidak akan dipungut retribusi supaya lancar. Kalau sudah lancar baru ditarik retribusi lagi," ujarnya. 

Di wilayah Parangtritis akan dibuat satu jalur alias one way. Tujuannya agar tidak terjadi penumpukan kendaraan. 

Baca Juga: Pantai di Bantul Tak Tutup Saat Tahun Baru, Bupati Ingin Kepercayaan Wisatawan Saat Wabah

"Jadi kendaraan yang masuk dan keluar tidak ketemu, tadi sudah kami buat simulasinya sehingga enggak terjadi penumpukan," imbuhnya. 

Sambungnya, di kawasan bukit bintang akan dipasangi pembatas agar masyarakat tidak berhenti. Jika mereka berhenti akan jadi biang kemacetan. 

"Kami sudah koordinasi dengan warga di sana juga untuk memasang semacam pembatas. Jika memang terjadi kemacetan akan menerjunkan tim urai pakai motor yang berjumlah 10 personel. Mereka akan menarik kendaraan yang macet, kalau ke arah Sleman akan dibelokkan ke jalan-jalan kampung tapi tetap keluarnya di Jalan Wonosari, itu strateginya," ungkap dia. 

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait