Lagi-lagi, kasus itu berawal dari kontak erat keluarga yang kemudian diteruskan dengan tracing kepada sivitas sekolah.
"Tracing masih berjalan, [adanya kasus di TK tersebut] baru kok," tuturnya.
Kondisi kesehatan anak-anak di TK yang terkonfirmasi positif, dinyatakan Wirda cukup baik. Para pasien menjalankan isolasi mandiri di rumah. Ia juga memastikan, PTM di TK yang bersangkutan ditutup selama dua pekan.
Ia tak membantah bahwa, pelaku perjalanan menjadi sorotan di tengah lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Sleman belakangan ini.
Baca Juga:Beri Peringatan, Bupati Sleman Minta Satgas Pastikan Rumah untuk Isoman Penuhi Kriteria
53 Kalurahan Zona Merah, Semua Elemen Harus Bergerak
Terhitung 6 Februari 2022 sebanyak 53 kalurahan di Kabupaten Sleman masuk dalam zona merah penularan Covid-19.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Sleman Khamidah Yuliati menjelaskan, penambahan kasus Covid-19 yang cukup signifikan di Kabupaten Sleman disumbang dari kontak erat, suspek maupun skrining.
Sementara itu, penularan awal ada yang berasal dari klaster, skrining perjalanan dan yang lainnya.
Agar penambahan kasus COVID-19 di Kabupaten Sleman ini tidak semakin meluas, menurut Yuli diperlukan sinergitas antar berbagai elemen.
Baca Juga:Masuk Puncak Musim Penghujan, BPBD Sleman Imbau Masyarakat Waspadai Potensi Luapan Air
Selain sosialisasi tak henti perihal protokol kesehatan dan pentingnya 3 T, saat ini Dinkes Sleman tengah gencar melakukan imunisasi, baik bagi anak maupun booster.