Harga Kedelai Meroket, Perajin di Sleman Perkecil Ukuran hingga Kurangi Jumlah Tahu per Bungkus

Juminten juga memperkecil ukuran tempe yang ia produksi, misalnya, untuk ukuran tempe satu papan besar yang biasa ia banderol Rp6.000.

Galih Priatmojo
Minggu, 20 Februari 2022 | 12:00 WIB
Harga Kedelai Meroket, Perajin di Sleman Perkecil Ukuran hingga Kurangi Jumlah Tahu per Bungkus
Salah satu perajin tahu di Yogyakarta, Rabu (16/2/2022) - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

Menurutnya, tahu dan tempe merupakan solusi terakhir bagi masyarakat untuk mendapatkan lauk murah bergizi.

"Kami sangat mengharapkan pelaku usaha tidak mogok. Perajin pada masa sekarang ini dikaruhke," terangnya.

Ia tak membantah adanya solusi para perajin yang memperkecil ukuran produk. Bahkan, Pemkab Sleman tak masalah jika harga produk dinaikkan.

"Tapi para produsen yang enggan menaikkan. Kalau harga naik, dikhawatirkan pembeli berkurang," terangnya.

Baca Juga:Ciptakan Suasana Menyenangkan, 900 Lebih Anak-anak di Sleman Divaksin Bersama Spider-Man dan Hello Kitty

Nia menjelaskan, di Kabupaten Sleman terdapat sedikitnya 200 pengrajin tempe 53 pengrajin tahu di Kapanewon Seyegan.

Sebagai antisipasi agar produsen tidak mogok, maka pihaknya memfasilitasi mediasi antara distributor dengan sentra tahu tempe. Selain itu, melakukan koordinasi dan memantau beberapa distributor.

"Kami buat mekanisme kulakan bersama. Sehingga kulak bersama dengan harga yang lebih murah artinya bisa menekan biaya produksi," ucapnya.

Nia berharap, Industri Kecil Menengah (IKM) yang ada di Kabupaten Sleman tetap bisa memproduksi sehingga tahu tempe tidak hilang dari pasaran.

Kenaikan Kedelai Terpantau Mulai Terjadi Akhir Januari

Baca Juga:PSS Sleman Menang Banding, Aaron Evans: Saya Yakin 100 Persen Itu Keputusan Tepat

Nia menyebut, dari hasil pantauan yang dilakukan oleh Disperindag Sleman, kenaikan harga kedelai mulai terjadi pada akhir Januari 2022.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak