China Salahkan Amerika dalam Konflik Rusia dan Ukraina, Pengamat Soroti Kebutuhan Jaminan Keamanan

Disampaikan Muhadi, situasi yang terjadi sekarang kemudian mirip dengan sejarah Teluk Babi.

Eleonora PEW | Hiskia Andika Weadcaksana
Sabtu, 26 Februari 2022 | 11:42 WIB
China Salahkan Amerika dalam Konflik Rusia dan Ukraina, Pengamat Soroti Kebutuhan Jaminan Keamanan
Sebuah gedung tampak hancur usai dihantam roket yang dilepaskan tentara Rusia di wilayah timur Ukraina, Kamis (24/2/2022). (Foto: AFP)

"Bagi kita kalau kita bicara tentang perdamaian, perdamaian itu kan harus dinegosiasikan dan setiap negosiasi itu kan harus memperhatikan keluhanmu apa, concernmu apa gitu," tambahnya.

Terbaru, Presiden China Xi Jinping telah melakukan percakapan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Jumat (25/2/2022) sore di tengah invasi Rusia terhadap Ukraina.

"China mendukung Rusia dan Ukraina dalam mengatasi krisis ini melalui negosiasi," kata Xi sebagaimana pernyataan tertulis yang dikirim oleh Kementerian Luar Negeri China (MFA) kepada Antara Beijing.

Menurut pucuk pimpinan Partai Komunis China (CPC) itu, pada dasarnya negaranya sangat menghormati kedaulatan dan integritas wilayah semua negara serta mematuhi prinsip-prinsip yang terkandung dalam Piagam PBB. Xi mendesak semua pihak meninggalkan mentalitas perang dingin.

Baca Juga:Rusia Batasi Akses Facebook Dan Menekan Media Terkait Pemberitaan Ukraina

"Masalah Ukraina harus diselesaikan melalui negosiasi agar tercipta mekanisme keamanan yang seimbang, efektif, dan berkesinambungan," kata pemimpin tertinggi militer China itu.

Dalam kesempatan tersebut Xi juga menyampaikan terima kasih atas kehadiran Putin pada acara pembukaan Olimpiade Musim Dingin di Beijing pada 4 Februari lalu.

Sementara itu, Putin mengadu kepada Xi bahwa Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO telah lama mengabaikan masalah keamanan Rusia.

NATO, lanjut dia, juga berulang kali mengingkari komitmen dan terus mengerahkan militernya ke timur yang mengarah ke garis demarkasi Rusia.

"Rusia bersedia melakukan pembicaraan dengan Ukraina," kata Putin kepada koleganya itu.

Baca Juga:Invasi Rusia ke Ukraina: Perusahaan Barat Putuskan Relasi, Delta Airlines Hentikan Layanan Berbagi Kode dengan Aeroflot

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak