"Lewat Puskesmas jalan terus, jadi masih ada beberapa. Walau dulu kita targetkan 28 Februari 2022, tapi sejak kemarin, masih ada vaksin [imunisasi anak massal]," ungkap Ery.
Tercatat, imunisasi Covid-19 anak dosis 1 mencapai 96%, sedangkan dosis 2 sudah sebanyak 86%.
Masih adanya anak-anak yang belum vaksin, dikarenakan saat jadwal mereka tiba, siswa bersangkutan terkonfirmasi positif Covid-19.
"Jadi anak yang belum terus kami komunikasikan dengan Dinas Kesehatan, agar tetap vaksin tetap jalan," ujarnya.
Baca Juga:Antisipasi Klaster di Lingkungan Pendidikan, Sleman Wajibkan Siswa dari Luar DIY Karantina
Kepala Dinas Kesehatan Sleman Cahya Purnama menyatakan, penularan Covid-19 di fasilitas satuan pendidikan termasuk pondok pesantren, biasanya terjadi diawali dari klaster keluarga.
Anak dari keluarga klaster Covid-19 berangkat sekolah atau ke ponpes, kemudian tanpa sadar menulari orang-orang yang berkontak dengannya
Namun demikian, ia meminta masyarakat tidak perlu panik menghadapi tingginya penularan Covid-19 saat ini.
Cahya menekankan, menerapkan protokol kesehatan 5 M menjadi langkah penting yang harus dilakukan, untuk melindungi diri dari penularan Covid-19.
Pihaknya juga terus melanjutkan imunisasi bagi semua lapisan, termasuk bagi anak.
Baca Juga:Berawal dari Hal Sepele, Dua Remaja di Sleman Jadi Korban Pembacokan
Hingga saat ini masih ada anak-anak belum terdata telah menerima vaksin Covid-19. Karena diperkirakan anak-anak tersebut saat ini baru positif Covid-19.