Kasus Covid-19 di Satuan Pendidikan Tinggi, Disdik Minta Guru dan Siswa Pelaku Perjalanan Swab Sebelum ke Sekolah

beberapa kasus penularan Covid-19 di satuan pendidikan muncul dari adanya pelaku perjalanan luar daerah.

Galih Priatmojo
Sabtu, 05 Maret 2022 | 10:41 WIB
Kasus Covid-19 di Satuan Pendidikan Tinggi, Disdik Minta Guru dan Siswa Pelaku Perjalanan Swab Sebelum ke Sekolah
Ilustrasi virus corona. [Antara]

"Lewat Puskesmas jalan terus, jadi masih ada beberapa. Walau dulu kita targetkan 28 Februari 2022, tapi sejak kemarin, masih ada vaksin [imunisasi anak massal]," ungkap Ery. 

Tercatat, imunisasi Covid-19 anak dosis 1 mencapai 96%, sedangkan dosis 2 sudah sebanyak 86%.

Masih adanya anak-anak yang belum vaksin, dikarenakan saat jadwal mereka tiba, siswa bersangkutan terkonfirmasi positif Covid-19.

"Jadi anak yang belum terus kami komunikasikan dengan Dinas Kesehatan, agar tetap vaksin tetap jalan," ujarnya. 

Baca Juga:Antisipasi Klaster di Lingkungan Pendidikan, Sleman Wajibkan Siswa dari Luar DIY Karantina

Kepala Dinas Kesehatan Sleman Cahya Purnama menyatakan, penularan Covid-19 di fasilitas satuan pendidikan termasuk pondok pesantren, biasanya terjadi diawali dari klaster keluarga. 

Anak dari keluarga klaster Covid-19 berangkat sekolah atau ke ponpes, kemudian tanpa sadar menulari orang-orang yang berkontak dengannya

Namun demikian, ia meminta masyarakat tidak perlu panik menghadapi tingginya penularan Covid-19 saat ini. 

Cahya menekankan, menerapkan protokol kesehatan 5 M menjadi langkah penting yang harus dilakukan, untuk melindungi diri dari penularan Covid-19. 

Pihaknya juga terus melanjutkan imunisasi bagi semua lapisan, termasuk bagi anak. 

Baca Juga:Berawal dari Hal Sepele, Dua Remaja di Sleman Jadi Korban Pembacokan

Hingga saat ini masih ada anak-anak belum terdata telah menerima vaksin Covid-19. Karena diperkirakan anak-anak tersebut saat ini baru positif Covid-19. 

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak