Gunung Merapi Erupsi, BPBD Kota Yogyakarta Perkuat Antisipasi di Sektor Ini

guguran abu vulkanik yang terjadi di sekitar Gunung Merapi pascaerupsi kemarin tidak berdampak ke Kota Jogja. Dampak banjir lahar dingin juga belum teramati

Galih Priatmojo | Muhammad Ilham Baktora
Kamis, 10 Maret 2022 | 12:15 WIB
Gunung Merapi Erupsi, BPBD Kota Yogyakarta Perkuat Antisipasi di Sektor Ini
Akses ke kawasan bunker dan petilasan di Kaliadem ditutup sementara akibat peningkatan aktivitas Gunung Merapi, Kamis (10/3/2022). [berandasleman / Twitter]

SuaraJogja.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta menguatkan antisipasi di bagian hulu dan hilir sungai pascaterjadinya erupsi Gunung Merapi.

Seperti diketahui, merapi kembali dilaporkan mengalami erupsi berupa guguran awan panas dengan jarak luncur 5 kilometer dan lava pijar dengan jarak luncur ke barat daya sejauh 1.800 meter. 

Kepala BPBD Kota Yogyakarta, Nur Hidayat menjelaskan bahwa dampak dari erupsi Merapi yang terjadi pada Rabu (9/3/2022) pukul 23.17 WIB itu belum sepenuhnya dirasakan di Kota Pelajar. 

"Sampai pagi ini laporan dari Pusdalops belum ada dampak berarti. Masih terkendali," terang Nur dihubungi suarajogja.id, Kamis (10/3/2022). 

Baca Juga:Aktivitas Gunung Merapi: Lima Kali Luncurkan Awan Panas Guguran ke Tenggara

Ia mengatakan bahwa guguran abu vulkanik yang terjadi di sekitar Gunung Merapi pascaerupsi kemarin tidak berdampak ke Kota Jogja. Dampak banjir lahar dingin juga belum teramati.

"Dari info pantauan dan informasi dari lembaga terkait (BPPTKG), sejauh ini masih belum ada indikasi pergerakan lahar hujan atau lahar dingin ke kota," katanya. 

Meski demikian, lanjut Nur, pihaknya akan memperkuat antisipasi di sungai-sungai yang melintasi Kota Yogyakarta, mengingat potensi hujan dengan intensitas tinggi masih terjadi di wilayah DIY. 

"BPBD kota selalu siap siaga dalam melakukan pemantauan sungai yang dimungkinkan untuk jalur banjir lahar hujan atau lahar dingin selama 24 jam," kat dia. 

Nur menjelaskan pantauan di posko Gentak akan lebih diintensifkan. 

Baca Juga:Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas, 253 Jiwa Mengungsi dan Radius Bahaya 5 Km

"Sejauh ini pantauan kita lakukan di sungai secara langsung terutama di pos pantau 1 Gentak dan CCTV yang terpasang di sekitar lokasi," ujar Nur. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak