facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

DLH Jogja Sebut Produksi Sampah Meningkat 15 Persen Selama Libur Lebaran

Eleonora PEW | Muhammad Ilham Baktora Kamis, 05 Mei 2022 | 18:04 WIB

DLH Jogja Sebut Produksi Sampah Meningkat 15 Persen Selama Libur Lebaran
[ILUSTRASI] Sejumlah pengendara motor melintasi gunungan sampah yang meluber hingga ke Jalan raya di TPS Sektor Krasak, Kelurahan Demangan, Kemantren Gondokusuman, Kota Jogja, Senin (21/3/2022). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)

Sugeng melanjutkan bahwa memang lokasi Malioboro didatangi banyak orang untuk saat ini.

SuaraJogja.id - Produksi sampah di Kota Jogja sendiri mengalami peningkatan. Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta menyebut jumlah sampah di Jogja meningkat 15 persen selama libur lebaran 2022 Ini.

"Meningkatnya sekitar 15 persen. Namun kelihatannya di sekitar Jalan Sudirman dan Malioboro," kata Kepala DLH Kota Yogyakarta Sugeng Darmanto dihubungi wartawan, Kamis (5/5/2022).

Sugeng melanjutkan bahwa memang lokasi Malioboro didatangi banyak orang untuk saat ini. Namun produksi sampah lain juga disumbang dari wilayah lain termasuk sampah rumah tangga.

"Jadi hampir semua wilayah di Jogja, selama libur seperti ini kan produksi sampah jadi lebih banyak. Jadi kami harus tetap bersiap untuk membersihkan," kata dia.

Baca Juga: Masyarakat Bandung Punya PR Untuk Kurangi Sampah Hingga 800 Ton Perhari! Ini yang Harus Dilakukan

Seperti di Malioboro yang masih banyak didatangi wisatawan sampai hari ini. Armada pengangkut sampah segera dioperasikan ketika kondisi wisatawan sudah landai.

"Karena dari Tugu Pal Putih ke Malioboro itu ranahnya UPT Kawasan Cagar Budaya untuk pengumpulan sampah, kita bantu untuk pengangkutannya. Jadi dari petugas kawasan di sana sudah dimasukkan ke dalam plastik. Nah ketika malam hari kita angkut semuanya," terang dia.

Sugeng mengatakan jadwal pengangkutan sampah di Malioboro harus dilakukan malam hari. Pasalnya ketika dilakukan siang atau sore hari, berpotensi menghambat akses jalan karena jam rawan macet.

"Jadi agar lebih kondusif, kita mengangkut malam hari, artinya lokasi di sana tidak ada penumpukan sampah juga," kata dia.

Sugeng berharap, selama cuti lebaran kali ini TPST Piyungan di Bantul tidak ditutup sementara karena peningkatan sampah ini. Hal itu bisa menyebabkan kondisi sampah menutup akses jalan raya yang ada di Kota Jogja.

Baca Juga: Waduh, Produksi Sampah di Pontianak Meningkat Selama Ramadhan, Petugas Terpaksa Lembur

Sugeng mengatakan produksi sampah pernah harinya untuk Kota Jogja sendiri mencapai 370 ton. Kebaikan 15 persen ini disebut wajar karena banyaknya orang yang berdatangan ke DIY.

"Artinya kita usahakan sampah-sampah ini tertangani. Maka dari itu harapan kita warga dan juga wisatawan membuang sampah ke tempat yang disediakan, agar memudahkan pengangkutan," terang dia.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait