"Kalau sebelumnya jarak antar jamaah sekitar 80 cm per orang, saat ini bisa sekitar dua meter jarak per jamaah. Tidak begitu berjubel seperti saat ibadah haji di masa normal," ungkapnya.
Kendati demikian, Sidik meminta seluruh jamaah tetap menjaga protokol kesehatan dan menjaga asupan nutrisi.
"Disediakan tiga kali makan. Saya mohon berkenan memakan apapun yang disediakan. Karena ibadah haji butuh nutrisi," sebutnya.
Menurut dia, ibadah haji banyak mengandalkan fisik. Sedangkan padatnya aktivitas dan kondisi di tanah suci memiliki kecenderungan membuat para peserta haji kelelahan.
Baca Juga:PSS Sleman Tutup Peluang Persita di Piala Presiden
"Tentu akan beresiko. Kami imbau, meskipun makanannya berbeda dengan di rumah, tetap harus diisi," kata dia.
"Tingkat panas yang berbeda dengan Indonesia, peserta haji membutuhkan minum. Minum air sebanyak mungkin, air zam-zam kalau di sana, dalam rangka menjaga stamina," imbuh Sidik.
Ia juga meminta kepada jamaah yang merasa kondisi tubuhnya kurang fit, tidak segan melapor kepada ketua regu. Agar kemudian informasi itu bisa diteruskan kepada tenaga medis yang ada.
Menambahkan keterangan Sidik, Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Kabupaten Sleman tahun 2022 Mustadi menuturkan, secara garis besar jumlah calon jamaah haji Kabupaten Sleman yang akan berangkat 2022 ini sebanyak 555 orang.
Jamaah terbagi dalam tiga kelompok terbang (kloter) dengan rincian kloter 18 SOC sebanyak 354 orang, kloter 21 SOC sebanyak 170 orang, kloter 43 SOC sebanyak 31 orang.
Baca Juga:Potret Duel Seru PSS Sleman Kalahkan Persita Tangerang di Piala Presiden 2022
Kontributor : Uli Febriarni