facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tren Berujung Maut di Medsos Masih Memprihatinkan, Peneliti UGM: Perlu Peningkatan Literasi Digital dan Moderasi Konten

Muhammad Ilham Baktora | Hiskia Andika Weadcaksana Kamis, 30 Juni 2022 | 11:05 WIB

Tren Berujung Maut di Medsos Masih Memprihatinkan, Peneliti UGM: Perlu Peningkatan Literasi Digital dan Moderasi Konten
Bocah hadang truk tronton pembawa galon air (Instagram/ @memomedsos)

Ia tak menampik bahwa masifnya perkembangan teknologi di era digitalisasi ini membuat peran media sosial bagai pedang bermata dua.

SuaraJogja.id - Belakangan ramai di media sosial terkait tren menantang maut dengan mengadang truk yang dilakukan oleh para remaja. Tak sedikit aksi nekat mengadangi truk yang tengah melaju cukup kencang di jalan itu merenggut korban jiwa.

Menanggapi tren tersebut, Peneliti Pusat Kajian Masyarakat Digital atau Center for Digital Society (CfDS) Universitas Gadjah Mada, Faiz Rahman mengatakan bahwa platform media sosial perlu lebih aktif dalam mendeteksi konten yang beredar. Terlebih ketika konten itu mendorong orang untuk melakukan aksi yang membahayakan keselamatan.

"Saat ini, banyak orang mencoba peruntungan untuk menjadi viral di media sosial dengan membuat konten. Tidak jarang, tren viral yang diikuti masyarakat merupakan sesuatu yang dapat membahayakan diri, khususnya apabila aksi tersebut diikuti oleh anak," kata Faiz, dalam keterangannya, Kamis (30/6/2022).

Namun, kata Faiz, bukan hanya pengelola platform media sosial saja yang perlu memperhatikan tren tersebut. Melainkan semua pihak juga berperan baik dari pemerintah, orang tua, dan masyarakat secara umum.

Baca Juga: Belum Usai Remaja Hadang Truk, Kini Viral Aksi Sejumlah Bocah Nekat Tidur Telentang di Tengah Jalan

Ia tak menampik bahwa masifnya perkembangan teknologi di era digitalisasi ini membuat peran media sosial bagai pedang bermata dua. Di satu sisi berperan sebagai saran komunikasi tapi di sisi lain juga bisa menjadi malapetaka.

"Platform media sosial perlu lebih aktif dalam mendeteksi berbagai konten yang mendorong orang untuk melakukan aksi yang membahayakan keselamatan," ujarnya.

Menurutnya, penegakan dari sisi regulasi di platform media sosial dan moderasi konten itu bisa menjadi salah satu langkah untuk menjauhkan masyarakat dari maut yang mengancam. Dalam artian penyebarluasan konten yang mendorong seseorang untuk melakukan tindakan berbahaya itu bisa dicegah.

Dengan tentunya tetap memperhatikan edukasi literasi digital. Hal itu perlu untuk terus ditingkatkan di tengah masyarakat sekarang ini.

"Pemerintah memiliki peranan yang signifikan dalam menyiapkan dan memfasilitasi kegiatan edukasi yang mumpuni bagi masyarakat. Berbagai kegiatan literasi digital yang telah dilakukan oleh lembaga pemerintah, bekerja sama dengan berbagai platform media sosial, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, hingga komunitas perlu untuk semakin dimasifkan guna meningkatkan literasi digital masyarakat," paparnya.

Baca Juga: Terjadi Lagi, Sejumlah Bocah Nekat Hadang Truk yang Lewat di Jalan Tol

Ia menilai bahwa akomodasi literasi digital dalam kurikulum pendidikan formal semakin menunjukkan urgensinya. Berkaca pada sejumlah dampak negatif dari penggunaan media sosial yang menyasar anak-anak dan remaja.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait