Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kronologi Kebakaran yang Melalap SD N Delegan 1, Sempat Diawali Ledakan

Galih Priatmojo Rabu, 10 Agustus 2022 | 14:17 WIB

Kronologi Kebakaran yang Melalap SD N Delegan 1, Sempat Diawali Ledakan
Dinas Pendidikan Sleman meninjau SD N Delegan 1 yang hangus terbakar, Rabu (10/8/2022). [Kontributor / Julianto]

Kebakaran menghanguskan 7 ruang di SD N Delegan 1

SuaraJogja.id - Kapolsek Prambanan Kompol Rubianto mengungkap, peristiwa kebakaran yang terjadi di SD N Delegan 1, Selasa (9/8/2022) malam diketahui pada pukul 19.15 WIB.

Awal mula kejadian bermula saat seorang saksi sedang berkendara dari arah utara menuju ke selatan Jalan Prambanan-Piyungan. Kemudian, saat hendak belok ke kiri sebelum TKP, ia mendengar ledakan yang bersumber di SD N Delegan 1.

"Saksi mendekati sumber suara tersebut dan melihat ada api dan kepulan asap tebal di kelas II paling barat. Kemudian dengan alat seadanya yaitu mengisi air ke dalam ember, ia berusaha memadamkan api," tuturnya.

Tetapi api semakin membesar dan merembet ke arah timur, yaitu ruang kelas III, ruang kantor guru, laboratorium komputer, kelas IV.

Baca Juga: Bawa Empat Vokalis di Konser 30 Tahun Dewa 19 di Prambanan, Ahmad Dhani Beberkan Momen Saat Rayu Maia Estianty

"Tak lama, saksi lain datang ikut membantu memadamkan api. Namun sia-sia api terlanjur membesar dan  membakar habis isi ruangan," sebutnya.

Diduga kebakaran terjadi karena konsleting listrik. 

Guru SD N Delegan 1 Curhat ke Bupati Sleman

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo sambangi SD N Delegan 1 yang tujuh ruangannya terbakar, Selasa (9/8/2022) malam.

Bupati datang ke sekolah yang berada di Padukuhan Dinginan, Kalurahan Sumberharjo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman itu, sebagai langkah pemantauan dan koordinasi langsung. Sekaligus memberikan bantuan dari Bank BPD DIY secara simbolis kepada pihak sekolah.

Baca Juga: Kemeriahan JVWF 2022 di Prambanan, Ada Koleksi Mobil Milik Raffi Ahmad dan Bambang Soesatyo Ikutan Mejeng

Seorang Perwakilan Guru SD N Delegan I yang turut ikut koordinasi, Theresia Wuri Widyastuti mengatakan, saat ini pihak sekolah terus mengupayakan secara optimal pelayanan pembelajaran bagi siswa, sekalipun masih berada di tengah kondisi kedaruratan.

"Tadi anak-anak sempat nangis melihat sekolahnya terbakar," sebutnya.

Sembari menunggu kelas yang rusak sedang diperbaiki, ia berharap ada bantuan sementara yang bisa diberikan oleh pemerintah agar kegiatan belajar mengajar.

"Kami memohon bantuan masuknya aliran listrik untuk mendukung KBM dimulai. Mohon diutamakan. Selain itu printer dan cap, ibu," harapnya.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyatakan, secepatnya di lokasi kebakaran akan ada relawan yang akan membersihkan, sekaligus membetulkan infrastruktur sekolah yang rusak.

"Ada dana dari BAZNAS, kami harapkan bisa untuk memperbaiki kembali," ujar Kustini, di lapangan sekolah setempat, Rabu (10/8/2022).

Kehadirannya bersama Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman bersama pihak lain terkait di sekolah hari itu merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap sekolah.

"Kami bergerak semua, dari BAZNAS dari BPBD. Baru kami identifikasi terlebih dahulu kira-kira berapa habisnya. Nanti diputuskan dulu apa yang perlu diganti dan diperbaiki," urainya.

Selain bantuan BAZNAS, dana penanganan kebencanaan pendukung dibangunnya kembali SD N Delegan I, juga berasal dari BPBD dan APBD 2022 perubahan.

"Secepatnya nanti kami betulkan, agar anak-anak bisa belajar lagi seperti biasa," ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten Sleman belum bisa menargetkan jadwal perbaikan sekolah akan selesai. Hanya saja melihat kondisi tembok yang masih baik, diperkirakan pembangunan bisa lebih cepat selesai.

"Kalau bisa ya sebulan dua bulan selesai, apabila ditandangi (dikerjakan) orang banyak," tuturnya.

Kustini mengharapkan, anak-anak yang bersekolah di SD N Delegan 1 tetap sekolah seperti biasa. Karena sekolah tetap dibuka.

"[Hanya] jadwalnya berbeda, besok ada sosialisasi dengan wali murid. Nanti sekolah ada tiga ruang dibagi untuk dua shift. Untuk anak kelas I-III masuk pagi, IV, V dan kelas VI masuk siang," tutur Kustini.

Sebagai bentuk antisipasi agar peristiwa ini tidak berulang dan/atau tidak terjadi ke sekolah lain, Kustini telah meminta Kepala Dinas Pendidikan Sleman agar mengecek dan memperbaiki jaringan listrik di sekolah-sekolah.

"Ini pengalaman yang berharga," ucapnya.

Kontributor : Uli Febriarni

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait