SuaraJogja.id - Pelatih Arema FC, Javier Roca, akhirnya buka suara terkait polemik pemanggilan anak asuhnya, Muhammad Rafli ke dalam skuat Timnas Indonesia asuhan Shin Tae-yong untuk melakoni laga FIFA Matchday kontrak Curacou.
Seperti yang telah diketahui bersama jika Muhammad Rafli menjadi salah satu dari 23 pemain yang dipanggil oleh pelatih asal Korea Selatan.
Banyak yang masih mempertanyakan pemanggilan pemain yang berposisi striker tersebut, pasalnya sejak bergulirnya BRI Liga 1 musim 2022-2023 hingga pekan ke-10, Muhammad Rafli tidak sekalipun mencetak gol atau pun asist bersama Arema FC.
Polemik tersebut pun sampai ke telinga pelatih Arema FC. Javier Roca memberikan dukungan penuh terhadap anak asuhnya tersebut.
Baca Juga:Kelebihan dan Kekurangan Timnas Curacao Jelang Laga Kontra Timnas Indonesia di FIFA Matchday
“Saya sudah bilang kepada Rafli, dia harus kasih yang terbaik. Dia harus menunjukkan seperti saat latihan di Arema, dia rajin, tidak pernah ada masalah, intensitasnya juga bagus, kalau dalam pertandingan, itu kan kadang situasinya berebeda," ungkap pelatih Arema FC seperti dikutip dari Wearemania.net.
"Tapi, dia kan tetap punya kepercayaan dari saya, pemain lain, staf pelatih, dan manajemen, tinggal dia keluarkan kemampuan terbaik, agar dia bisa mendapatkan kesempatan lebih banyak, baik di Arema maupun di Timnas," imbuh Javier Roca.
Hingga jelang bergulirnya Indonesia vs Curacou pada FIFA Matchday yang akan digelar pada 24 dan 27 September, polemik pemanggilan Muhammad Rafli masih saja terus dipertanyak oleh para penggemar sepak bola tanah air dan para netizen Indonesia.
Bahkan tak sedikit dari mereka yang menduga jika Muhammad Rafli merupakan pemain titipan, mengingat dirinya adalah menantu dari Wakil Ketua Umum PSSI, Iwan Budianto.
"Sekian bnyk striker d liga 1..yg gacor..kenapa yg dpilih m rafli???netizen heran dg coach sty...tp dia punya hak..mau pnggil pemain siapa sj..suka"dia...dh netizen kalah," ucap salah seorang netizen.
"Pemain titipan jdi plonga plongo ky dedik," kata netizen yang lain.
- 1
- 2