Beri Dukungan Atas Tragedi Kanjuruhan, Dinkes Sleman Terjunkan Tim Ke Malang

Cahya menambahkan, tim berada di Malang selama tiga hingga empat hari untuk membentuk jejaring akses layanan Matahati

Galih Priatmojo
Jum'at, 07 Oktober 2022 | 15:03 WIB
Beri Dukungan Atas Tragedi Kanjuruhan, Dinkes Sleman Terjunkan Tim Ke Malang
Situasi di Stadion Kanjuruhan (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)

SuaraJogja.id - Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman kirim tim psikologi ke Kabupaten Malang, untuk membantu warga terdampak tragedi Kanjuruhan.

Kepala Dinkes Sleman dr.Cahya Purnama mengungkap, pengiriman tim yang terdiri dari sembilan orang itu merupakan inisiatif dari Pemkab Sleman dan  disambut baik oleh pemerintah daerah Kabupaten Malang.

"Sleman datang ke sana untuk membantu mengatasi masalah kesehatan mental yang dialami warga, pascatragedi Kanjuruhan," ungkapnya, Jumat (7/10/2022).

Cahya menambahkan, tim berada di Malang selama tiga hingga empat hari untuk membentuk jejaring akses layanan Matahati (Masyarakat Tangguh Sehat Jiwa) kepada orang-orang yang terguncang akibat tragedi itu.

Baca Juga:Dinkes Sleman Akui Belum Bisa Tuntaskan TBC, Angka Kebal Obat Meningkat

Setelah Dinkes menyampaikan mengenai program itu dan akses terbangun, orang-orang yang membutuhkan layanan konsultasi psikologis bisa mengakses layanan Matahati.

Selama di Malang, tim Dinkes bertemu dengan perangkat daerah setempat termasuk Dinkes.

"Kami juga door to door ke Puskesmas, untuk mengetahui kebutuhan mereka dari asessment itu. Setelah terbentuk sistem, mereka bisa akses telekonsultasi dengan Pemkab Sleman," ucapnya.

"Kami juga homecare ke beberapa titik karena waktu kami terbatas," kata dia.

Sependek yang Cahya tahu, selain masih banyak korban yang menjalani masa perawatan luka, pihaknya mengkhawatirkan dampak kesehatan mental yang berpotensi ke jangka panjang.

Baca Juga:Perda KTR Mangkrak Sejak 2014, Dinkes Sleman Beberkan Kendalanya

"Karena bencana alam, non alam atau peristiwa akibat tindakan manusia seperti [Kanjuruhan] ini, kalau menimbulkan korban banyak pasti sama-sama ada dampak psikis atau mentalnya kepada masyarakat," tuturnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak