Dinkes Bantul Konfirmasi 2 Anak Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal Akut

Agus menyebutkan, gejala utama dari gagal ginjal akut yang marak terjadi pada anak usia balita ditandai dengan penurunan jumlah buang air kecil

Galih Priatmojo | Wahyu Turi Krisanti
Kamis, 20 Oktober 2022 | 12:56 WIB
Dinkes Bantul Konfirmasi 2 Anak Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal Akut
Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Budi Rahardjo, Kamis (20/10/2022). [Suarajogja.id / Wahyu Turi Krisanti]

SuaraJogja.id - Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul mengkonfirmasi 2 anak yang meninggal dunia akibat gagal ginjal akut. Keduanya berusia 7 bulan dan 11 bulan yang berasal dari Kapanewon Sedayu dan Kapanewon Piyungan.

Kepala Dinkes Bantul Agus Budi Rahardjo menyampaikan informasi tersebut diperolehnya pada Rabu (19/10/2022) sore. Saat ini jajarannya pun sedang menganalisa riwayat kesehatan dan konsumsi obat dari kedua anak tersebut.

"Hari ini kita langsung analisis terkait riwayat anak tersebut sehingga bisa memberikan kesimpulan," kata Agus, Kamis (20/10/2022).

Ia mengatakan Dinkes belum memperoleh informasi lagi adanya kasus selain 2 anak yang meninggal dunia. Pihaknya berharap kasus tersebut menjadi kasus terakhir di Kabupaten Bantul.

Baca Juga:Lahan Produksi Taninya Bakal Dikeruk untuk Penambangan Pasir, Warga Srandakan Mengadu ke Bupati Bantul

"Belum ditemukan, semoga tidak ditemukan suspek lain," terangnya.

Agus menyebutkan, gejala utama dari gagal ginjal akut yang marak terjadi pada anak usia balita ditandai dengan penurunan jumlah buang air kecil dan atau tidak bisa buang air kecil sama sekali. Ia pun menghimbau kepada orang tua untuk intens memantau anaknya, apabila ditemukan gejala tersebut untuk segera memeriksakan ke fasilitas kesehatan.

"Kalau ada penurunan buang kecil atau tidak bisa sama sekali segera diperiksakan ke faskes," tegasnya.

Terlebih lagi ia juga meminta kepada apotek maupun rumah sakit untuk menghentikan sementara penggunaan obat sirup sesuai surat yang telah diedarkan oleh Kemenkes. Pasalnya diduga zat pelarut dalam obat sirup mengandung dietilen glikol dan etilen glikol.

"Kami mohon sesuai edaran Kemenkes untuk mewaspadai supaya tidak terjadi kasus lagi sekarang hentikan penggunaan obat sirup," tandasnya.

Baca Juga:Perempuan Paruh Baya di Bantul Dijambret, Uang Rp80 Juta Raib

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak