"Volume sampah rata-rata tercatat 750 ton perhari, pada akhir pekan volume sampah lebih besar mencapai 900 ton lebih," kata Kuncoro.
Kuncoro menyebut diperlukan pengelolaan sampah dari hulu untuk memaksimalkan program atau cara cara Reduce, Reuse, Recycle (3R).
"Sebetulnya ini program besar dan komperhensif, masalah diselesaikan di tingkat hulu. Sudah mulai di Sleman, kami koordinasikan dari TPS 3R. 15 TPS 3R sudah merencanakan untuk menyelesaikan di 35 kelurahan. Ini untuk mengantisipasi persoalan sampah ke depan," ujarnya.
Saat ini diketahui, TPST Piyungan juga tengah memasuki masa pemeliharaan dan perbaikan. Pemeliharaan dilakukan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) untuk instalasi pengolahan limbah lindi. Direncanakan perbaikan dilakukan hingga enam bulan ke depan.