Terendam Banjir, Sekolah di Playen Gunungkidul Terpaksa Diliburkan

para siswa SD dan TK di Padukuhan Kedungwanglu Playen terpaksa harus menerjang banjir untuk menuju sekolah

Galih Priatmojo
Selasa, 14 Februari 2023 | 16:35 WIB
Terendam Banjir, Sekolah di Playen Gunungkidul Terpaksa Diliburkan
Siswa di Playen digendong warga menyeberangi jalur rumahnya yang terendam banjir


Pasmya debit air sungai Prambutan melonjak dan merendam jembata crossway yang biasa mereka lewati. Di sisi lain, Sungai Oya juga tengah meningkat arusnya. Sehingga jembatan crossway banjir mendapat limpasan air dari hulu.


Salah satu pemuda setempat, Muhammad Abror menuturkan hujan sebenarnya sudah terjadi sejak hari Senin (13/2/2023) siang kemarin. Namun debit air di sungai Prambutan dan Sungai Oya yang mengapit wilayah mereka belum membanjiri jembatan crossway mereka.


"Tapi tadi lagi jam 09.00 air sudah mulai naik dan membanjiri crossway,"tutur dia, Selasa (14/2/2023).


Debit airpun semakin meningkat dan sudah di atas mata kaki orang dewasa. Padahal jam 09.00 hingga siang waktunya anak-anak sekolah terutama TK dan SD yang selesai pembelajaran dan waktunya pulang 

Baca Juga:RS Nurrohmah Playen Terendam Banjir, Pasien Sempat Diungsikan Ke Lantai 2


Agar tidak terjadi hal-hal yang diinginkan maka para pemuda menjemput anak sekolah tersebut dan menggendong mereka satu persatu agar bisa pulang ke rumahnya. Karena jika menunggu surut, mereka khawatir tidak lantas surut.


Dia mengatakan dua crossway di atas sungai Prambutan yang menghubungkan padukuhan dengan wilayah lain memang sering tak bisa dilalui akibat diterjang banjir. Di musim penghujan kali ini, sudah beberapa kali mereka terisolir.


Tokoh pemuda Kedungwanglu, Ahsan Nasir mengatakan hujan deras melanda kawasan Kapanewon Playen memang berlangsung sejak Senin siang. Seringklai ketinggian mencapai 1 meter dari dua crossway yang melintang di atas sungai Prambutan. 


Wilayah kedungwanglu  dihimpit dua sungai, satu Oya dan satunya Prambutan. Sungai Prambutan membelah padukuhan tersebut di mana ada 10 RT terdiri dari 150 kepala keluarga (KK). Dan ada 8 RT dengan 120 KK yang sering terisolir akibat banjir di musim penghujan.


"Dan hanya 2 RT yang tidak terisolir karena peristiwa banjir tersebut,'kata dia

Baca Juga:Keluarga Korban Tewasnya Anak SD Muhammdiyah Bogor Playen Didatangi Tersangka, Diminta Damai dan Tak Menuntut

Kontributor : Julianto

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak