Mengenal Sosok Raja Mogok dari Jogja, RM Suryopranoto Sang Bangsawan yang Gigih Berjuang untuk Kaum Buruh

punya gelar bangsawan sekaligus pahlawan, RM Suryopranoto pilih dimakamkan di pemakaman umum bukan di Makam Pahlawan

Galih Priatmojo | Hiskia Andika Weadcaksana
Kamis, 17 Agustus 2023 | 11:20 WIB
Mengenal Sosok Raja Mogok dari Jogja, RM Suryopranoto Sang Bangsawan yang Gigih Berjuang untuk Kaum Buruh
makam RM Suryopranoto. [suarajogja.id/Hiskia Andika Weadcaksana]

Rondiyatni sendiri merupakan penjaga makam RM Suryopranoto generasi ketiga. 

“Simbah dulu ditunjuk langsung sama Bapak Suryopranoto sendiri. Pesan atau welingnya kalau bisa anak cucu jadi penerus (jaga makam),” imbuhnya.

Makam RM Suryopranoto memang berada dalam satu lingkungan makam umum Gambiran. Posisinya berada di sudut utara makam tersebut dengan membentuk satu kompleks sendiri. 

Dijelaskan Rondiyatni, makam RM Suryopranoto tidak sendirian di sana. Melainkan ada beberapa keluarganya yang juga ditempatkan di kompleks tersebut. Mulai dari sang istri, lima anaknya, adik ipar hingga beberapa cucunya. Sedangkan beberapa anaknya dimakamkan di Jakarta.

Baca Juga:Menyusuri Rumah Sukarni di Jogja: Tempat Diskusi Adam Malik dan Tan Malaka hingga Diserang Bom

“Ini sebelum bapak Suryopranoto meninggal itu kata simbah dulu, membeli tanah trah sokolanggen buat memakamkan istrinya. Sekitar tahun 1950-an. Iya yang meninggal istrinya dulu. Terus selang berapa tahun menyusul bapak Suryopranoto. Delapan putra putri, sudah meninggal semua. Tinggal cucu,” terangnya.

Rondiyatni tak mengetahui secara pasti mengapa RM Suryopranoto memilih untuk dimakamkan terpisah tidak bersama dengan tokoh pahlawan nasional lain. Namun satu hal yang pasti adalah RM Suryopranoto itu memang terkenal tak mau menonjolkan sisi bangsawannya.

“Pokoknya dia itu disebut Raden Mas itu gak mau, maunya Ki Suryopranoto, dia tidak mau memperlihatkan kebangsawanannya. Sehingga membeli tanah sendiri ini,” ucapnya.

“Kalau dari ceritanya simbah, itu (Suryopranoto) ramah, kalau sama orang miskin suka menolong, kan dulu simbah yang pernah ketemu,” sambungnya.

Sosok pahlawan nasional yang tak begitu terdengar serta makamnya yang terpisah membuat tidak banyak orang yang terlalu memperhatikan RM Suryopranoto. Hanya cucu-cucu yang masih tersisa yang kerap mampir untuk berziarah ke makam. Ditambah kemudian beberapa komunitas, serta kunjungan anak-anak sekolah hingga mahasiswa. 

Baca Juga:Malam Bikin Bediding, Siang Sangat Terik di Jogja, Ternyata Ini Penyebabnya

Kendati demikian, kata Rondiyatni, perawatan makam ini tetap dilakukan secara baik. Termasuk dengan mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Setidaknya kompleks makam keluarga RM Suryopranoto itu sudah mengalami pemugaran sebanyak tiga kali.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak