Tak Tantang Capres Debat di Kampus, BEM KM UGM Pilih Ajak Sarasehan dan Sodorkan Kontrak Politik

Gielbran menuturkan saat ini mahasiswa akan mulai untuk menyusun berbagai kajian yang nantikan akan dijadikan sebagai tuntutan bagi para capres.

Muhammad Ilham Baktora | Hiskia Andika Weadcaksana
Senin, 21 Agustus 2023 | 22:00 WIB
Tak Tantang Capres Debat di Kampus, BEM KM UGM Pilih Ajak Sarasehan dan Sodorkan Kontrak Politik
Kolase bakal Calon Presiden, Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto dan Anies Baswedan. (Instagram)

"Harus ada kontrak politik terjadi di sana. Biar capres-capres ini datang gak hanya mengumbar janji karena debat atau diskusi atau sarasehan itu akan menjadi omong kosong kalau tidak ada kontrak politik, tidak ada kemauan politik untuk membenahi Indonesia," tuturnya.

"Jangan sampai, kita gak ingin kampus dijadikan tempat pelacuran suara, kita gak ingin kampus dijadikan tempat mencari elektoral doang, kita ingin menjadikan politik 2024 adalah politik yang berintelektual," sambungnya.

Gielbran menuturkan saat ini mahasiswa akan mulai untuk menyusun berbagai kajian yang nantikan akan dijadikan sebagai tuntutan bagi para capres. Terkhusus untuk memperbaiki berbagai macam sektor di Indonesia.

"Iya kita undang, kita gak ajak debat, kita ingin lihat sejauh mana kedalaman visi mereka untuk Indonesia 2024 dan tentu kita akan memberikan kontrak politik kepada mereka biar apa yang mereka sampaikan itu tidak dijadikan gombal," tandasnya.

Baca Juga:Wajah Jokowi, Airlangga dan Mahfud MD Ikut Dipasang di Poster Attack on Puan BEM KM Universitas Andalas

Terkait agenda sarasehan tersebut, diungkapkan Gielbran, kemungkinan baru akan dilaksanakan setelah semua bacapres itu ditetapkan sebagai kandidat capres. Setelah nama-nama capres itu pasti BEM-KM UGM akan segera memberikan undangan itu kepada pihak-pihak terkait.

"Kita ingin memberikan corak intelektual bagi demokrasi kita, biar lagi-lagi tidak ada gimmick yang terlontarkan dari capres-capres ini. Mereka datang membawa gagasan, mereka pulang membawa tuntutan dari kami," katanya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak