Sejahterakan Lansia, Gubernur DIY Luncurkan Program Bantuan Sosial JSLU di Sleman

penerima bansos JSLU melakukan transaksi pembelanjaan di Warung Lanjut Usia Yogyakarta (Waluyo) yang ditunjuk, untuk dilakukan scaning dengan aplikasi Raharjo yang disiapkan

Galih Priatmojo
Rabu, 03 April 2024 | 21:20 WIB
Sejahterakan Lansia, Gubernur DIY Luncurkan Program Bantuan Sosial JSLU di Sleman
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X saat melakukan peluncuran Program Bantuan Sosial Jaminan Sosial Lanjut Usia (JSLU) di Warung Arnis, Wukirsari, Cangkringan, Sleman, Rabu (3/4/2024). ANTARA/HO-Bagian Prokopim Setda Sleman.

SuaraJogja.id - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X meluncurkan Program Bantuan Sosial Jaminan Sosial Lanjut Usia (JSLU) di Warung Arnis Kelurahan Wukirsari, Kapanewon (Kecamatan) Cangkringan, Kabupaten Sleman, Rabu.

Sri Sultan mengatakan bantuan sosial ini merupakan salah satu cara mewujudkan visi kesejahteraan dan kemajuan masyarakat.

Menurut dia, keberadaan generasi lanjut usia merupakan sebuah kekayaan yang tidak ternilai. Berdasarkan prinsip-prinsip kemanusiaan inilah, memberikan jaminan hidup yang layak serta kenyamanan menjadi hal yang wajib dilakukan.

"Memberikan penghormatan dan penghargaan kepada para lansia bukanlah sekadar pilihan. Itu adalah sebuah panggilan jiwa, kewajiban moral yang menuntut tindakan nyata dari kita semua," katanya.

Baca Juga:Pemkab Pastikan Jalan Utama dan Alternatif di Sleman Siap Dipakai untuk Arus Mudik 2024

Setiap bulan, DIY menyalurkan bantuan sosial pangan kepada 8.000 lansia nonpenerima pensiunan, PKH dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Besaran bantuan pangan yang sudah berjalan tiga bulan ini senilai Rp300.000 per bulan yang disalurkan melalui rekening digital para lansia berusia di atas 60 tahun tersebut.

Selanjutnya, penerima bansos JSLU melakukan transaksi pembelanjaan di Warung Lanjut Usia Yogyakarta (Waluyo) yang ditunjuk, untuk dilakukan scaning dengan aplikasi Raharjo yang sudah disiapkan oleh BPD DIY.

Ia mengatakan saat ini berdasarkan indeks pembangunan kesehatan, sudah terjadi penurunan angka kelahiran, kesakitan, kematian dan meningkatkan umur harapan hidup.

Peningkatan usia harapan hidup ini harus diikuti dengan terciptanya generasi lansia yang tangguh, aktif, mandiri dan produktif. Oleh karena itu, mesti dihadapkan pada tantangan penurunan fisik dan mental, semangat kaum lansia wajib dijaga agar dapat berkontribusi bagi masyarakat.

Baca Juga:Kecelakaan Tunggal Tabrak Pohon di Palagan Sleman, Dua Pelajar Dibawa ke Rumah Sakit

"Faktanya sekarang banyak para lansia yang kesulitan untuk memenuhi kebutuhan dasarnya. Terutama yang hidup tanpa cukup uang pensiun, aset atau tabungan. Ini yang harus kita perhatikan, dan layanan kita kepada mereka menjadi komitmen yang tidak boleh dikhianati," katanya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak