Pelaku berjumlah empat orang yang mengendarai dua motor.
"Mereka menembak dengan membabibuta mengendarai motor trail dan matic. Mereka mengenakan masker dan helm. Setelah melancarkan aksinya mereka kabur ke arah Barat," ungkapnya kala itu.
Ibunda Bayu Aji, Indah Tri Rositarini menyebut sebelum persitiwa, anaknya sempat mendapat pesan di ponselnya yang memperingatkan agar tak keluar ke jalan terlebih dulu karena ada penyerangan.
Pada 2014 teror penembakan menimpa seorang aktivis bernama Zahrowi.
Baca Juga:Peringati Hari Perhubungan Nasional, Pemkab Bantul Luncurkan Bus Sekolah
Mobil milik pegiat Forum Peduli Pendidikan Kabupaten Bantul tersebut mengalami kerusakan di bagian kaca akibat ditembak oleh orang tak dikenal yang diduga menggunakan airsoft gun.
Teror yang menimpa Zahrowi tersebut terjadi ketika ia hendak sholat Subuh.