Berawal dari Keresahan, Sekolah Calon Ibu & Ayah jadi Jawaban Bangun Keluarga Harmonis di Masa Depan

SCI diharapkan mampu menciptakan calon ibu dan ayah yang bertanggungjawab sebagai orang tua.

Muhammad Ilham Baktora
Senin, 28 Oktober 2024 | 17:35 WIB
Berawal dari Keresahan, Sekolah Calon Ibu & Ayah jadi Jawaban Bangun Keluarga Harmonis di Masa Depan
Sejumlah peserta mengikuti materi pelatihan di Sekolah Calon Ibu (SCI) di Sleman, DIY. (dok Istimewa)

Berawal dari tawaran kerja dari Founder SCI dan SCA kepada Reksa yang gayung bersambut diterima dan saat itu Reksa banyak berkegiatan di Jogja. Pada waktu yang tak jauh berbeda pun, Rizka juga ditawarkan untuk ke Jogja dan dikenalkan dengan Reksa.

"Karena sudah tahu karakternya selama di SCI juga ya akhirnya menerima dan kita menikah 2023 kemarin," ujar Rizka.

Ilmu selama di SCI, terutama materi self healing menjadi salah satu faktor juga yang membuat Rizka merasakan manfaat saat menikah. Pasalnya dalam beberapa materi Rizka mengetahui bagaimana memahami orang tuanya termasuk pribadi dia.

Saat dilamar hingga ke akad nikah, Reksa dan Rizka bahkan tak mengalami kendala sama sekali. Respon orang tuanya pun tidak banyak menuntut selama prosesi keduanya menikah. Pada tahun pertamanya menjalani bahtera rumah tangga juga mereka nikmati.

Baca Juga:Gangguan Kesehatan Mental Hantui Ibu Hamil di DIY: Minim Dukungan Keluarga hingga Krisis Psikolog

Rizka berujar bahwa sejauh ilmu yang ia dapatkan selama di SCI ia berusaha untuk belajar bagaimana menjadi ibu yang baik. Beruntungnya, Reksa yang menjadi kepala rumah tangga juga mengamini bahwa dasar untuk mau belajar bersama dalam rumah tangga bisa menciptakan keluarga harmonis ke depan.

Bersama-sama Membangun di 2014

SCI mengawali kegiatannya pada 2014 lalu. Sekolah untuk calon ibu dan ayah ini ingin memberikan pendidikan konkret terutama para anak muda bagaimana memegang tanggungjawab sebagai ibu dan juga ayah.

Yazid Subakti, Founder SCI dan SCA ini tak menampik kegiatan atau seminar pra-nikah sudah sering diselenggarakan. Namun sifatnya hanya sebatas motivasi dan pelajaran fiqih yang berakhir dengan pernikahan dan mencari jodoh.

"Peserta ini tentu bertanya-tanya, caranya bagaimana?, menemukan jodoh itu bagaimana?. Apakah itu lebih penting daripada nanti kalau sudah berumah tangga?," ungkap Yazid.

Baca Juga:Menanti Relokasi, Siswa SDN Nglarang Belajar Berdampingan dengan Debu Proyek Tol

Yazid tak hanya sendiri membangun sekolah tersebut. Bersama istrinya, Deri Rizki Anggarani. Dua founder ini bersama-sama membangun sekolah yang dibutuhkan para calon ibu dan ayah agar tak salah langkah dalam membangun rumah tangga.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak