Menurut Noviar, pihaknya saat ini juga tengah melakukan pengadaan kawat bronjong untuk dipasang ke sejumlah titik wilayah di DIY yang berpotensi tanah longsor. "Mudah-mudahan bulan ini sudah bisa terpasang," ujar dia.
Selama periode awal status siaga darurat bencana hidrometeorologi tersebut, BPBD DIY mencatat cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang telah mengakibatkan pohon tumbang hingga rumah rusak di sejumlah titik di DIY .
Selain itu, pada Selasa (19/11) bencana tanah longsor terjadi di wilayah Donotirto, Kelurahan Bangunjiwo, Bantul, D.I Yogyakarta yang mengakibatkan dua rumah milik warga rusak.
Sebelumnya, Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Reni Kraningtyas mengemukakan puncak musim hujan di DIY diprediksi terjadi pada Desember 2024 dan Februari 2025.
Baca Juga:Gunung Merapi Muntahkan 162 Guguran Lava Sepekan, Warga Diimbau Waspada
Sementara, untuk akhir musim hujan diprediksi pada Mei dasarian I hingga dasarian II tahun 2025.
Saat tiba puncak musim hujan, Reni mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di wilayah rawan banjir, tanah longsor dan angin kencang agar melakukan mitigasi mandiri sejak dini.
"Tindakan mitigasi bencana meliputi membersihkan saluran-saluran air, memangkas dahan pohon, memastikan kekuatan baliho-baliho di jalan raya dan tindakan-tindakan mitigasi bencana lainnya," ujar dia.