Sri Sultan HB X menambahkan, penganugerahan tersebut menjadi wujud penghormatan kepada mereka yang telah menunjukkan dedikasi nyata dalam pelestarian kebudayaan. Dengan demikian mereka menjadi inspirasi bagi masyarakat luas.
Sultan pun berharap generasi muda menjadikan kebudayaan sebagai landasan dalam menciptakan karya inovatif. Melalui penghargaan yang diberikan diharapkan dapat menjadi awal dari langkah besar dalam membangun ekosistem budaya yang kokoh dan inklusif.
"Kebudayaan, ibarat embun pagi di musim kemarau, menyegarkan sekaligus menjaga keseimbangan alam. Mari bersama-sama menjaga kebudayaan ini agar tetap menjadi sumber inspirasi," paparnya.
Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Laksmi Pratiwi, menjelaskan, Anugerah Kebudayaan DIY tahun ini menjadi tonggak sejarah baru. Dengan ditetapkannya Peraturan Gubernur DIY Nomor 32 Tahun 2023, maka penghargaan tersebut mengalami perubahan signifikan dalam kategori, mekanisme, hingga nama penghargaan.
Baca Juga:Buntut Sidak Menteri LHK, Sultan Panggil Pj Wali Kota Jogja, 3 Cawalkot Adu Strategi Tangani Sampah
"Penghargaan kini lebih menekankan pada kontribusi kelembagaan maupun personal," ujarnya.
Penghargaan ini terbagi menjadi empat kategori utama. Anugerah Maha Adi Dharma Budaya merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan kepada individu dengan kontribusi di tingkat internasional. Anugerah Maha Bakti Budaya ditujukan bagi mereka yang berjasa di tingkat nasional dan regional. Sementara itu, Anugerah Adikara Cipta Budaya diberikan kepada pencipta karya budaya yang inspiratif. Terakhir, Anugerah Upakarya Budaya mengapresiasi individu atau lembaga yang berjasa di berbagai bidang kebudayaan.
Kontributor : Putu Ayu Palupi