Rahasia di Balik Cacing Tanah: Inovasi IoT Mahasiswa UGM Bisa Ubah Sampah Jadi Pupuk Premium

Mahasiswa UGM ciptakan Wormibox, alat budidaya cacing berbasis IoT. Ubah sampah organik jadi pupuk bernilai jual.

Muhammad Ilham Baktora | Hiskia Andika Weadcaksana
Jum'at, 10 Oktober 2025 | 18:44 WIB
Rahasia di Balik Cacing Tanah: Inovasi IoT Mahasiswa UGM Bisa Ubah Sampah Jadi Pupuk Premium
Tim PKM-K UGM Wormibox menunjukkan hasil karya inovasinya di UGM, Jumat (10/10/2025). [Hiskia/Suarajogja]
Baca 10 detik
  • Mahasiswa UGM menciptakan inovasi untuk mengurai sampah
  • Sampah organik nanti akan menjadi pupuk yang memiliki nilai lebih
  • Cacing digunakan sebagai media untuk menciptakan pupuk berkualitas 

SuaraJogja.id - Siapa sangka cacing tanah bisa jadi primadona dalam mendukung teknologi ramah lingkungan?

Tak hanya menjadi teman para pemancing tapi ternyata dapat membantu pengolahan sampah organik.

Ide itu diungkap oleh kelompok mahasiswa Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) Universitas Gadjah Mada (UGM).

Mereka berhasil 'menaikkan kelas' hewan berlendir itu lewat inovasi cerdas bernama Wormibox, sebuah alat budidaya cacing berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu mengubah sampah organik menjadi pupuk bernilai jual.

Baca Juga:Setelah Musala Al-Khoziny Ambruk: Saatnya Evaluasi Total Bangunan Sekolah & Ponpes, Ini Kata Ahli UGM

Lewat perpaduan antara bioteknologi, rekayasa alat, dan semangat zero waste, tim ini membuktikan bahwa solusi besar untuk masalah limbah bisa lahir dari sesuatu yang kecil, bahkan dari seekor cacing.

Salah satu anggota tim Fikriansyah Ridwan dari Fakultas Teknik UGM menuturkan bahwa Wormibox dirancang untuk mengontrol dan memantau kondisi hidup cacing agar proses dekomposisi berjalan optimal.

"Kami menggunakan microcontroller yang berfungsi untuk mengontrol serta memonitor suhu dan kelembapan media dari cacing ini," kata Fikri, kepada awak media, Jumat (10/10/2025).

Disampaikan Fikri, keseimbangan suhu dan kelembapan sangat penting dalam hal ini.

Tujuannya agar cacing dapat memakan sampah organik secara optimal serta berkembang biak dengan baik.

Baca Juga:Revisi KUHAP: Dosen UGM Ungkap Potensi Konflik Akibat Pembatasan Akses Advokat

"Fungsinya agar cacing bisa dengan optimal memakan sampah organik serta dapat hidup dan berkembang dengan baik," tandasnya.

Di dalam alat ini terdapat dua sensor, kelembapan dan suhu, yang diolah oleh microcontroller untuk menyalakan kipas dan pompa air secara otomatis.

"Ketika suhu terlalu panas, kipas akan menyala dengan sendirinya," ucapnya menjelaskan sistem kerja Wormibox.

Anggota tim lain, Maulana Iqbal Pambudi dari Fakultas Peternakan, mengatakan pemilihan cacing sebagai fokus riset dilakukan melihat potensinya yang masih jarang dimanfaatkan.

"Kami menggunakan cacing karena ini sebagai alternatif pada masyarakat, karena magot kami rasa sudah cukup mainstream," tutur Iqbal.

Jenis cacing yang digunakan adalah African Nightcrawler atau ANC atau cacing merah yang sudah akrab di kalangan para pemancing.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak