Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan

159.707 peserta PBI JK DIY dinonaktifkan mendadak per Jan 2026 krn pemutakhiran DTKS. Warga resah, harus lapor Dinsos utk verifikasi & usul aktif kembali.

Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 06 Februari 2026 | 16:14 WIB
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
Warga antri pengurusan BPJS di Mal Pelayanan Publik (MPP) di Pemkot Yogyakarta, Jumat (6/2/2026). [Suara.com/Putu]
Baca 10 detik
  • Sebanyak 159.707 peserta PBI JK di DIY nonaktif per Januari 2026, melonjak tajam dibanding tahun sebelumnya.
  • Penonaktifan massal disebabkan oleh pemutakhiran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) oleh BPS dan Kemensos.
  • Dinsos DIY meminta kabupaten/kota segera verifikasi dan validasi ulang data warga untuk pengusulan aktivasi kembali.

SuaraJogja.id - Kabar penonaktifan massal kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) membuat warga DIY kebingungan dan cemas akan nasib pengobatan mereka. Dinas Sosial (dinsos) DIY mencatat, sebanyak 159.707 warga wilayah ini tercatat nonaktif sebagai peserta PBI JK per Januari 2026,l.

Angka ini melonjak tajam dibandingkan tahun sebelumnya. Bagi sebagian warga, kabar tersebut datang tanpa peringatan apapun. Banyak yang baru mengetahui status BPJS Kesehatan mereka nonaktif saat hendak berobat atau melakukan pengecekan rutin.

Aris (38), warga Kota Yogyakarta, mengaku terkejut saat mengetahui BPJS PBI milik istrinya dan pamannya tiba-tiba tidak aktif. Padahal, selama ini kepesertaan tersebut menjadi tumpuan utama untuk mengakses layanan kesehatan.

"Kaget aja sih, kok tiba-tiba nggak aktif,” ujarnya di Yogyakarta, Jumat (6/2/2026).

Baca Juga:Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi

Ia mengatakan, pengecekan dilakukan bukan karena hendak berobat, melainkan untuk memastikan status BPJS. Namun justru dari situ ia mengetahui kepesertaan PBI JK sudah dinonaktifkan.

Kebingungan Aris bertambah karena dalam data administrasi, istrinya masih tercatat sebagai karyawan swasta. Padahal saat ini sudah tidak bekerja. Ketidaksesuaian data tersebut membuat kepesertaan PBI JK belum bisa diaktifkan kembali.

"Statusnya karyawan swasta, padahal pengangguran. Jadi tidak sesuai riil di lapangan. Harus ke Dukcapil dulu. Jadi memang agak ribet," ungkapnya.

Hal serupa juga dialami pamannya yang tidak memiliki pekerjaan tetap. Sebagai keluarga yang mengurus, Aris mengaku waswas jika sewaktu-waktu pamannya membutuhkan perawatan medis.

"Cuma cek rutin puskesmas. Tapi kita sebagai warga kurang mampu, ya pasti khawatir juga," ujarnya.

Baca Juga:Lulusan Hukum UGM Ini Banting Setir Jadi Ojol Saat Kuliah, Kini Jadi Peneliti Hukum Nasional

Secara terpisah Kepala Dinas Sosial (Dinsos) DIY, Endang Patmintarsih, menyatakan berdasarkan data rekapitulasi peserta PBI JK Januari 2026 yang merujuk pada Surat Keputusan Nomor 03/HUK/2026 tertanggal 22 Januari 2026, penonaktifan terjadi di seluruh kabupaten dan kota di DIY.

Kabupaten Gunungkidul menjadi wilayah dengan jumlah penonaktifan tertinggi, mencapai 56.087 jiwa. Disusul Kabupaten Sleman sebanyak 34.143 jiwa, Kabupaten Bantul 31.965 jiwa, Kota Yogyakarta 22.304 jiwa, dan Kabupaten Kulon Progo 15.208 jiwa.

Angka ini jauh melampaui penonaktifan tahun sebelumnya. Pada 2025, jumlah peserta PBI JK yang dinonaktifkan hanya sekitar 7.000 orang. Gelombang penonaktifan PBI JK kali ini memang paling besar dalam beberapa tahun terakhir.

"Ini lebih banyak lagi yang dinonaktifkan. Tahun lalu kan ada, cuma 7.000-an. Ini lebih banyak lagi," jelasnya.

Endang menyebut lonjakan ini tidak lepas dari perubahan dan pemutakhiran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang menjadi basis penentuan kepesertaan PBI JK.

"Pastilah ya, dengan perubahan data DTKS. BPS kan ini datanya. Jadi perlu kita usulkan lagi," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak